Yohanes 17:22 (TB) Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:
https://alkitab.app/v/d323f182e8f5
Ketika Tuhan menciptakan manusia, Alkitab mengatakan bahwa Tuhan memahkotainya dengan kemuliaan dan kehormatan. (Mazmur 8:5) Kata “dimahkotai” di sini berarti meliputi atau mengelilingi seperti lingkaran yang mulia. Oleh karena itu, kemuliaan Tuhan adalah pakaian manusia. Dengan kata lain, seluruh keberadaan Adam bersinar cemerlang.
Ketika manusia berdosa terhadap Tuhan, dia kehilangan kemuliaan Tuhan. (Roma 3:23) Namun ketika Yesus Kristus lahir, kemuliaan Allah turun. (Lukas 2:9) Dan bertahun-tahun kemudian, Yesus, sebelum Dia mati, berkata kepada Bapa-Nya, “Kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku telah Kuberikan kepada mereka, agar mereka menjadi satu sama seperti Kita adalah satu.”
Jadi kemuliaan Allah yang telah dikorbankan oleh manusia kini telah dipulihkan kepadanya karena Yesus telah datang. Ketika Dia mati di kayu salib, Dia menanggung malu kita, memberikan kebenaran-Nya kepada kita dan mengembalikan kemuliaan Allah kepada kita.
Namun apa sebenarnya kemuliaan Tuhan itu? Doxa, kata Yunani untuk “kemuliaan” di sini, berarti memiliki pendapat yang baik mengenai seseorang yang menghasilkan pujian, kehormatan dan kemuliaan. Ini berarti bahwa dengan mengembalikan kemuliaan-Nya kepada kita, Tuhan ingin agar kita merasa bahwa kita patut dipuji, terhormat dan mulia karena pandangan baik-Nya yang terus-menerus terhadap kita!
Saudara-saudaraku yang terkasih, karena kemuliaan Allah ada padamu, maka ada beban dalam dirimu. Orang-orang tidak tahu kenapa, tapi semangat mereka terangkat saat berada di hadapan Anda. Ada sesuatu dalam diri Anda yang memengaruhi mereka meskipun mereka baru bersama Anda sebentar. Ketika Anda berbicara, mereka mendengarkan karena ada substansi dalam apa yang Anda katakan.
Selain itu, karena kemuliaan Tuhan ada pada Anda, Anda dapat mengharapkan kemuliaan itu menyentuh setiap aspek kehidupan Anda – keuangan, hubungan, pekerjaan, dan kesehatan Anda. Tubuh Anda, misalnya, akan bersinar dengan kesehatan ilahi.
Jadi sahabatku, karena Yesus telah datang dan mengembalikan kemuliaan Tuhan kepadamu, sadarlah akan pendapat baik Tuhan yang terus-menerus tentangmu. Ketahuilah bahwa ada beban dalam diri Anda dan bangkitlah, bersinar!
https://youtu.be/k3ELT1KbWhg
Bersyukur kepada Tuhan lagu ini bisa tercipta dan sy dedikasikan untuk Istri saya (juga mereka yang berjuang melawan tumor/cancer).
Selama kami di RS Kanker Dharmais Jakarta melihat keburukkan bahkan kematian. Mulai dari November 2021 sampai Januari 2022, istri sy Hermin Sianipar harus berjuang melawan Air Mata.
Ia telah kehilangan penglihatannya pada waktu operasi yang pertama, namun 3 hari paskah operasi kedua ini dia harus mengalami kelumpuhan pada kaki dan tangan kanan. Dan ini artinya permanen. Dia mengalami up an down selama di RS. Bahkan Hermin telah melihat dirinya sendiri terbaring di Tempat tidur dan nyawanya meninggalkan tubuhnya...
Tapi Tuhan baik tak pernah dia biarkan kami sendir, *slalu ku percaya dan tetap percaya tak ada yang mustahil bagimu Tuhan, yang memulihkan dan menyembuhkan aku, amin* ππ️
Kiranya lagu ini menjadi berkat untuk kita semua,
Jangan lupa dukungan Subccribe, like, koment and sharenya, itu sangat berarti bagi kami.
Tuhan memberkati kalian semuaππ»✝️
Harapan adalah kekuatan untuk
melihat cahaya meskipun kegelapan sedang menyelimuti kita. Kita bisa saja kehilangan segala-galanya namun jangan sampai kita kehilangan harapan. Kehilangan harapan sama saja dengan putus asa, sama saja kehilangan seluruh potensi kekuatan kita. Tuhan adalah pengharapan kita yang teguh, apapun yang terjadi kita harus tetap percaya. Saya teringat betul
kisah Yesus Kristus yang berada di Taman Getsemani. Malam itu menjadi malam
terakhir Ia berdoa di tempat itu. Kegelapan seakan-akan telah mengalahkan Tuhan;
PeluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Mel Gibson
mengambarkan kisah nyata ini dalam sebuah film The Passion of the Christ di mana Iblis bersukacita dengan
senyum yang sangat sinis melihat Yesus disengat oleh kegelapan. Namun Yesus
bangkit dari kegelapan, terangnya melenyapkan kekuatan kegelapan. Saya tidak
pernah membayangkan mengalami sengatnya kegelapan hingga membuat saya lumpu
sesaat, namun saya bersyukur melalui kelam itu saya dapat melihat terang
Kristus, saya melihat kuasaNya melenyapkan kelam.
Saat itu waktu tengah malam,
dikala tetangga-tetangga tertidur lelap dan menikmati mimpinya namun tidak
untuk kami. Jam 12pm Istri saya mulai merasakan sakit kepala. Saya berdoa dan
memberikan sebutir paracetamol 500gr, sembuh sebentar - sakit lagi. Bagaikan di
medan tempur kekuatan Tumor Otak itu menyerang kembali, sakit kepalanya makin
parah.
Saya tidak mau menyerah, saya
mengucapkan harapan saya dalam doa. Harapan itu menjadi kekuatan saya untuk
melawan semua ketakutan malam itu. Setelah selesai berdoa saya kemudian memberikan Hermin obat paracetamol 500 gr
sebanyak 2 tablet. Hasilnya, sembuh sebentar setelah itu kambuh lagi - sakitnya
makin parah. Mungkin Anda pernah mengalami sakit kepala yang luar biasa seperti
ini, karena begitu menyakitkan akhirnya Anda membenturkan kepala ke dinding
tembok. Nah itulah yang terjadi dengan Istri saya, ia sampai menonjokan
kepalanya ke dinding berkali-kali. Tetap saja semua itu tidak mengurangi
sakitnya. Manefestasi Tumor itu telah menekan semua syaraf otaknya. Karena
tidak bisa menahan rasa sakit akhirnya membuat ia muntah, obat yang dia minum
pun ikut dikeluarkan.
Melihat itu, hati saya masih
teguh, saya menolong Hermin membersihkan setiap kotoran yang dimuntahkan. Di
luar yang saya pikirkan masalah datang lagi, Anak saya Christella tiba-tiba
menangis sakit perut dan muntah-muntah seperti yang dialami ibunya. Tangisan
Christella yang begitu nyaring, menyebabkan masalah lainnya datang, teriakan tangisnya
membangunkan adiknya, tidak bisa saya
bayangkan Kreissenpun ikut menangis
dengan nyaring.
Malam itu bagaikan teror.
Faktanya sedikit cahaya (harapan) dapat mengalahkan ribuan kegelapan
seolah-olah menjauh, doa saya mulai memantul dalam keraguan. Tentu saja situasi
itu telah membuat saya panik, saya tidak sanggup berpikir lagi, semua gelap,
serangan ketakutan menguasai pikiran saya. Seketika itu seluruh otot kaki saya
menjadi lemah, saya tersandar didinding dan terjatuh ke lantai. Saya melihat
istri saya tidak berdaya, kemudian mendengar kedua anak saya menjerit menangis
sepertinya suara mereka terdengar makin menjauh, penglihatan saya perlahan mulai
kabur dan semakin gelap. Seluruh otot saya menjadi lemah, tangan dan kaki tak
mampu untuk bergerak. Mungkin terkesan dramatis, tapi itulah kenyataanya.
Ada pepatah yang mengatakan
terkadang kegelapan lebih indah dari cahaya, ternyata tidak satupun keindahan
kegelapan saya temukan, sangat menyakitkan. Ya saya sadar, memang hanya Tuhan
Yesus satu-satunya yang dapat mengalahkan kegelapan, saya tidak, seorangpun tidak!
Dalam kegelapan itu saya
berkata “Tuhan saya tidak bisa melakukan apapun...” dengan suara yang lemah
saya berseru "Tuhan Yesus, tolong kami"! Sesaat saya melihat cahaya
kecil seperti titik putih yang sangat kecil, tiba-tiba terbang dari atas mendatangi
saya, semakin mendekat sinar itu semain besar dan masuk ke dalam tubuh saya.
Kedengarannya memang seperti
dogeng Peter Pan. Namun itulah yang saya alami. Seketika itu juga saat cahaya
masuk ke dalam tubuh telah membuat seluruh otot tubuh saya kembali menjadi
kuat. Saya tahu Tuhan melakukan perkara yang besar malam ini, sengat kegelapan
itu pergi dari saya.
Segera saya bangkit,
menenangkan Christella dan Kreissen. Menganti baju mereka. Membersihkan lantai
dan kemudian saya menolong istri saya mengantikan bajunya, saat itu Hermin
sudah mulai tenang. Kemudian saya Mengoleskan minyak angin ke tubuh mereka dan
mendoakan Chritella supaya sembuh dari sakit perut. Puji Tuhan setelah
mendoakan Christella, kuasa Roh Kudus langsung bekerja menyembuhkannya sehingga
Christella bisa langsung tertidur pulas. Lantas saya meraih Kreissen yang masih
menangis terseduh-seduh, memeluknya dan membelainya meyakinkan Kreissen bahwa
semua baik-baik saja dan menyuruh untuk tidur Kreissen pun mendengarkan saya
dan bisa tertidur pulas juga.
Ketenangan yang kami nikmati rupanya tidak begitu, kegelapan itu merengutnya kembali. Jam 3.30Am Hermin menjerit kuat, saat yang sama keluar air yang banyak
dari mulut dan hidungnya, hingga membuat ia menjadi lemas. Segera saya mengambil
kunci mobil dan meminta tolong tetangga untuk menemani saya dan menjaga anak-anak
dan langsung meluncur ke Rumah Sakit.
Saya lantas membawa istri saya
ke salah satu Rumah Sakit terdekat dari rumah saya. Melihat perawatan di ICU
kurang baik, tidak sesuai standar, perawatnya tidak ramah, bahkan dokter pun
tidak tahu hendak memberikan obat apa, keyakinan saya atas rumah sakit ini
luntur. Dalam hati, saya harus memindahkan istri saya ke Rumah Sakit yang lain.
Keadaan Hermin semakin lemah, tubuhnya kehilangan banyak cairan, sementara
sakit kepala menyerangnya kembali. Saya meminta mereka memberikan obat mual dan
nyeri kepala saja. Dengan cepat saya kembali ke rumah menjemput anak-anak saya
dan memindahkan Hermin ke salah satu
Rumah Sakit Swasta di Nagoya – Batam. Di sini saya sendiri saja, tetangga tidak lagi menemani saya.
Sesampainya di Rumah Sakit,
saya membangunkan Christella dan memberikan pesan kepadanya untuk menjaga
Kreissen dan jangan membuka pintu mobil sementara mobil saya tetap nyalahkan.
Setelah itu saya ke ruang ICU untuk menemani Hermin. Sakit kepala Hermin saat itu begitu luar biasa sampai
membuat ia tidak sadarkan diri. Terakhir
yang terekam dalam ingatanya adalah; Saat itu saya berkata “kita harus ke rumah
sakit”, dengan keras dia melarang tidak usah ke rumah sakit, dia katakan “saya
sudah merepotkan papa dan anak-anak, kita sudah bolak-balik ke rumah sakit,
kali ini tidak usah,” jawabnya dengan pasrah. “tidak, kita harus pergi
skarang”, sahut saya. Setelah itu Hermin
tidak dapat mengingat apapun. Karena manefestasi tumor yang menekan syaraf otaknya dan kehilangan banyak cairan menyebabkan dia tidak sadarkan diri.
Keesokan harinya Hermin telah
sadar, ia memanggil saya, “Papa..” “Ya, mama” sahut saya. “Sekarang kita berada
di mana? Apa yang terjadi dengan saya” tanyanya heran. “Di Rumah Sakit...
apakah mama tidak tahu apa yang terjadi” tanya saya. “Tidak pa, saya tidak ingat
apapun... tidak ini bukan Rumah Sakit”.
Sahutnya.
Yang dilihat Hermin saat itu
adalah, ia dikelilingi oleh rumput-rumput hijau dan ada jurang yang dalam
sekali. Ia heran bahwa saya katakan kita berada di Rumah Sakit namun yang dia
lihat bukan di Rumah Sakit.
Sahutnya lagi “Mana
anak-anak”. “Itu di sana, di kursi, mereka lagi tidur” jawab saya. Lantas dia
mengatakan, “Ayo kita pulang saja”. “Tidak ma, kita tidak bisa pulang, mama
lagi dirawat di Rumah Sakit, tuh lagi dipasangin infus”. Kata saya. “Saya,
tidak sakit, pa! Ayo kita pulang”. Seruhnya. Tiba-tiba dia mau berdiri, ia
tidak bisa menggerakan kakinya, iya menggerakan tangan kanannya untuk mencabut infus, dia tidak
bisa. Ia kemudian menangis, “pa... ada apa dengan mama, kenapa kaki dan
tanganku tidak bisa bergerak?” saya pun tersadar, “oh Tuhan cobaan apa lagi
ini, istri saya sudah kehilangan penglihatan kedua matanya, sekarang kaki dan
tangannya lumpuh” tanya saya dalam hati. Melihat Hermin menangis, saya pun
menangis, saya tidak bisa menjawab apa yang ia tanyakan.
Akhirnya Hermin sadar bahwa
memang ia lagi sakit seperti yang saya katakan. Saat anak-anak melihat papa dan
mamanya menangis mereka pun terbangun dan ikut manangis. Christella dan
Kreissen datang mendekati kami dan tiba-tiba mereka menumpangkan tangan kepada
mamanya dan mengajak mamanya berdoa. Mereka bergantian mendoakan kesembuhan mamanya dari kelumpuhan dan kebutaan. Saya terharu melihat respon anak-anak, sambil menahan
air mata saya, saya bersyukur kepada Tuhan, apa yang mereka lakukan itu menguatkan
hati saya untuk percaya mujizat Tuhan lebih besar dari apa yang kami alami.
Saa itu Pak Agus Suwantoro
dan ibu Onie Ratnawati bersama anak mereka Siska Suwantoro telah mengunjungi
kami. Selama ini Pak Agus dan Ibu bagaikan
orang tua kami sendiri yang selalu ada di masa-masa sukar. Siang dan malam di saat
semua orang tertidur lelap, tidak bisa saya hubungi lewat telpon namun pak Agus
dan Ibu selalu siap sedia dan rela diganggu oleh saya. Bahkan untuk menenangkan
Hermin, saat tengah malampun, sewaktu sakit kepala menyerangnya, mereka mau
bernyanyi dan berdoa sampai subuh bersama kami. Memang sungguh besar kebaikan
Tuhan melalui kedua orang tua rohani kami ini.
Pak Agus bertanya kepada saya,
“Apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana kalau kita operasi saja apapun yang
terjadi Karter harus siap?” “Saya bingung” sahut saya. Saat itu ketika
mengatakannya jantung saya berdetak sangat kencang, tanpa saya sadari saya
menangis. Kemudian pak Agus menenangkan kami dan mendoakan. Pak Agus saat itu
langsung bertindak dengan menguruskan Kartu BPJS untuk Hermin.
Hari Selasa kami mendapat
Banyak kunjungan dari teman-teman mulai dari pak Rudi dan Ibu Rita, mereka telah menjadi saudara bagi kami diperantauan. Ada juga teman-teman FGBMFI yaitu pakDaniel, pak Max, pak Micky dan pak Orwie. Dan juga
teman doa kami Ibu Verena dan teman-teman lainnya. Ibu Verena adalah seorang
Katolik namun kami bisa bersekutu bersama bertahun-tahun lamanya, dan belajar
mengenal Tuhan bersama-sama. Ibu Verena berkata, “Pak Karter, kita telah
berdoa, bapak harus pasrah ya pak. Mungkin bagi bapa, ibu Hermin adalah yang
terbaik yang bapak miliki, apa yang terbaik yang bapak miliki, jika Tuhan
menginginkannya maka bapak harus pasrah dan menyerahkannya kepada Tuhan.”
Kata-kata ini menuntun saya untuk pergi berdoa, menyerahkan segala yang saya
hadapi kepada Tuhan. Kemudian teman-teman Rumah Singgah, Ibu Reni dan Timmnya yg datang bersama Ibu Ariani. Selain itu teman-teman dari Anugerah pak Silas, Om Herry, Pak Indrat, Enika bersama jemaat lainnya. Ada yang lain juga Ibu Ida dan teman-teman wanita Bijak. Mereka semua datang untuk menguatkan dan mendoakan kami.
Keesokan harinya, kami
dikunjugi oleh Ibu Rose sahabat doa kami juga. Ibu Rose adalah seorang katolik, bersama dengan Ibu Verena dan Ibu David kami sering melakukan persekutuan doa. Saya
lantas meminta ibu Rose menemani Hermin dan saya pergi berdoa di ruang doa
gereja yang persis berada di samping Rumah Sakit. Ketika saya masuk ke ruang
doa hujan sangat lebat. Di ruang doa inilah saya menyerahkan pergumulan saya
tentang istri saya ke dalam tangan Tuhan. Saya mencurahkan semua isi hati saya dan
meminta petunjuk Tuhan untuk apa yang harus saya lakukan.
Terus terang saat itu saya
bingung dan takut meskipun kelihatannya tenang. Intinya saya katakan, “Tuhan
Yesus, aku takut....... Saya tidak kuat melihat istri saya menderita, tetapi
jika Engkau meminta aku menyerahkan yang terbaik yang aku miliki karena Engkau
mencintainya aku mau memberikannya, namun kuatkan aku supaya aku benar-benar
siap untuk itu. Tetapi jika aku boleh meminta, sembuhkanlah istriku aku ingin
dia melayani bersama-sama denganku keliling dunia untuk memberitakan
perbuatanMu yang ajaib. Amin!”
Saya kemudian bernyanyi dan
menyembah Tuhan. Di sinilah Tuhan
memberikan nyanyian baru di hati saya. Tanpa saya sadari Tuhan sedang berkarya
lewat pergumulan saya ini. Pergumulan yang sangat besar itu dalam kasih karunia
Tuhan telah melahirkan nyanyian baru. Mulut saya mulai menyanyikan pujian yang
indah;
Satu jam persis saya berada
diruang doa, hujan pun belum reda. Saya kembali ke Rumah Sakit, saya berjalan
di tengah hujan yang lebat, membiarkan tubuh ini menikmati setiap butiran-butiran air yang
menyejukkan.
Saat Hermin mengetahui bahwa ia mengidap sakit Tumor Otak dan dokter telah mengvonis bahwa kemungkinan hidupnya hanya dapat bertahan selama 6 bulan. Jika Operasi kemungkinan selamat tipis dan akan mengakibatkan kebutaan, lumpuh, bisu, hilang ingatan dan lain sebagainya. Sebaliknya jika tidak dioperasi kemungkinan bertahan hanya 6 bulan. Sejak mendengar kabar itu hari-hari yang kami jalani mulai berubah. Kenyataan selalu mempengaruhi pancaindra. Apa yang kita lihat dan rasakan seakan-akan menegelamkan iman. Untuk tetap percaya di masa bahagia adalah mudah namun bagaimana bila kenyataannya buruk? kebanyakan kita akan mulai goyah. Berbagai perasaan mulai menghampiri; kesedihan, kekuatiran, ketakutan bahkan rasa terluka mulai membayangi kami. Saya melihat ada ketakutan dan kesedihan di dalam diri Hermin saat menghadapi penyakitnya.
Setiap hari sakit kepala yang luar biasa menyerangnya membuat dia lemah dan tak
berdaya. Putus asa selalu menggodanya, seolah-olah sengat kegelapan menjadi
makananya sehari-hari. Dia mencoba untuk bangkit, melawan semua pikiran-pikiran
negatif itu, namun kadang menang kadang tidak berdaya. Peperangan ini tsetiap hari terjadi, percaya kepada janji Tuhan benar-benar mendapat tantangan yang hebat.
Terkadang harapan dan kenyataan berbeda.
Walaupun demikian bukan berarti kita harus menyerah dan berhenti berharap.
Penglihatan Hermin bukannya membaik malah semakin merosot. Saat itu ia
hanya melihat bayang-bayang, tidak melihat apapun. Setiap hari kami memohon
kepada Tuhan untuk memulihkan penglihatanya.
Nampaknya keajaiban sepertinya belum berpihak pada kami. Harapan kami supaya penglihatannya bisa
dipulihkan semakin kecil, yang terjadi adalah bukan baik justru semakin buruk
sampai dia mengalami kebutaan total. Kebutaannya memukul hati saya dunia
seolah-olah runtuh.
Dipikiran Hermin saat itu hanya berserah
kepada Tuhan, dia berusaha memperlihatkan bahwa dia tegar, namun setiap malam
dia menangis. Setiap kali saya masuk kamar dia tidak memperlihatkan
kesedihannya. Dia berpikir bahwa hidupnya tidak lama lagi, sebab selain ia
terpukul dengan keadaannya yang buta, sakit kepalanya setiap kali kambuh begitu
menyakitkan. Dan obat-obat nyeri yang diminum tidak ada yang mampu lagi. Itulah
sebabnya dia merasa sakit kepala ini bisa membunuh.
Saya tahu tidak ada obat lagi. Saya sudah
berdoa dan menyerahkan kepada Tuhan, namun sakit kepalanya belum sembuh juga.
Saya sudah membawa ke dokter untuk dapat mengobatinya. Semua obat yang
diberikantidak ada yang mempan walaupun
dosisnya sudah ditambah. Karena stres tidak bisa sembuh juga, akhirnya Hermin menolak untuk minum obat.
Setiap kali sakit kepala datang ia menjerit kesakitan karena tidak bisa lagi
menahan rasa sakit itu. Bukan hanya Hermin, saya juga benar-benar dibuat
menderita dengan sakit kepala ini. Hari-hari yang ia lalui hanyalah dalam duka.
Namun saya berusaha untuk terus menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.
Saya dapat merasakan
betapa sedihnya istri saya. Namun saya tidak tahu apa yang harus di lakukan. Di saat seperti itu saya membacakan Alkitab setiap hari untuk istri saya dan memperdengarkan rekaman khotbah-khotbah saya tentang “Destined To Be A Winner,
dan membacakan buku yang berjudul “IT’S FINISH”. Apa yang kami lakukan itu membangkitkan imannya. Kitab Injil, Rekaman Khotbah dan buku itu menceritakan tentang
pekerjaan karya Kristus di salib, bahwa penyakit apapun di dalam Tuhan Yesus
sudah ditaklukkan. Tuhan telah datang ke dalam dunia dan menghancurkan segala kuasa kutuk, kuasa setan, dan termasuk kekuatan penyakit. Imannya bangkit dan
dia mulai dapat mengalahkan sakit kepala tersebut. Setiap kali sakit itu datang Hermin menjerit-jerit, namun
dengan Iman dia percaya Tuhan menolong dia. Di salah satu sisi pikirannya
mengintimidasi dia, dia bertanya “Kenapa
Tuhan,
Engkau membiarkan saya menderita dengan penyakit ini, kalau bukan Tuhan yang menolong saya
siapa lagi yang bisa menolong”. Peperangan seperti ini sering terjadi. Namun dalam kelemahan dan ketidakberdayaan kami kuasa Tuhan sempurna.
Suatu saat, saya melihat Hermin sedang termenung. Saya mendekatinya, memberikan secarik kertas HVS/A4 dan sebuah pena bolpoin. Saya katakan apa yang sedang mama pikirkan, tuangkan itu dalam sebuah syair lagu. Kerahkan kekuatan pikiran mama untuk menyatakan iman mama dalam syair lagu ini!
Saat itu saya melihat senyuman yang indah diwajah istri saya senyuman yang telah lama hilang kini bersinar kembali. Dia segera melakukan apa yang saya katakan. beberapa saat kemudian dia memanggil saya dan berkata. Papa saya telah selesai menulis sebuah syair lagu, tolong cek. Saat saya memeriksanya, kertas itu dipenuhi dengan tetesan airmata namun tulisannya masih jelas terbaca. kemudian saya membaca suatu syair lagu yang sangat indah. Air mata saya pun ikut menetes membaca syair lagu tersebut. Dalam keadaan yang buruk Tuhan telah menganugerahkan suatu nyanyian baru, suatu karya yang indah yang ditulis istri saya, judulnya adalah STILL BELIEVE (TETAP PERCAYA).
TETAP
PERCAYA
Song & Lyric: Hermin Sianipar
RencanaMu sempurna di setiap jalan-jalanku
Walau ku tak
melihat namun tetap percaya
Meski berat
bebanku lebih besar kasih setiaMu
Walau ku tak
mengerti namun tetap percaya
Hanya Engkau
yang mengerti hatiku
Stiap tetes air mataku Kau perhatikan
Bawa daku
dalam dekapan kasihMu
Terbang tinggi melintasi badai hidup
Reff
Ku percaya
slalu percaya
RencanaMu
indah dalam hidupku
Ku percaya
slalu percaya
Besar setiaMu
dalam hidupku…Ohho....
Saat segalanya menjadi buruk hanya Tuhan yang mampu mengubahnya untuk kebaikan. Mungkin kita tidak mampu lagi menghadapi kenyataan yang buruk namun saat kita berserah kepada Tuhan kenyataan yang buruk itu bisa mendatangkan suatu karya yang indah. Apa yang istri saya alami adalah kisah nyata yang membuktikan bahwa kebaikan Tuhan selalu lebih besar dari keburukkan. Kini Hermin telah mengeluarkan "ALBUM STILL BELIEVE" yang sebelumnya tidak pernah dia pikirkan dia dapat melakukannya. Anda bisa melihat ke dalam youtube dengan menekan link di atas atau video di atas atau link di samping ini https://www.youtube.com/watch?v=wO7O24Zy1VM kiranya kekassian dan lagu-lagu ini menjadi berkat bagi saudara.
Dan terimakasih untuk para sahabat yang sudah mendukung channel kami, dengan suscribe, share, comment, like. Penghargaan Anda sangat berarti bagi kami dan membuat kami terus bersemangat untuk mencipatakan lagu-lagu rohani, membuat audio recordingnya, membuat video klip berkarya untuk menjadi berkat. Kita satu di dalam Kristus Tuhan, immanuel!
“Kristus Yesus, yang
telah mati bahkan lebih lagi:
yang telah bangkit, yang juga duduk disebelah kanan Allah, yang malah menjadi
pembelah kita”
Kebangkitan
adalah peristiwa yang penting sesudah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib.
Tanpa kebangkitan Yesus Kristus maka kematianNya menjadi sia-sia. Kebangkitan
Yesus Kristus menegaskan bahwa setiap orang yang mati di dalam dosa tidak akan
beroleh maut namun sebaliknya akan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus dan
memiliki kehidupan dan kelimpahan di dalam Yesus Kristus.
Kematian Yesus Kristus
menunjuk kepada korban yang sempurna dimana hukuman dosa, maut dan kematian yang
mengerikan yang harus diterima oleh manusia, termasuk Anda dan saya sudah digantikan oleh Yesus Kristus. Harusnya
kita yang dihukum mati, tetapi dosa kita ditimpahkan kepadaNya. Mengapa?
Karena kita tidak bisa hidup menuruti standart kekudusan dan kebenaran Tuhan.
Tuntutan untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan itu dipenuhi di dalam Yesus Kristus. Sehingga
pengorbanan Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan untuk melepaskan kita dari
hukuman dosa. Tetapi karya Yesus Kristus tidak sampai hanya kepada pengorbanan
yaitu kematian, namun Dia harus bangkit untuk menujukkan kepada manusia Ia
bukan hanya menebus dosa kita tetapi Ia
juga memberikan kemenangan atas kita untuk hidup berkuasa atas dosa, hidup di
dalam kehidupan manusia baru yakni di dalam Yesus Tuhan.Dengan
demikian makna kebangkitan mengubah
kematian menjadi karya penyelamatan. Mengubah maut menjadi
kemenangan. Mengubah bencana menjadi berkat.
Bila Anda
memahami kebenaran ini maka, Anda akan menjalani kehidupan yang berkemenangan.
Penindasan atau kesesakan atau penganianyaan, kelaparan atau ketelanjangan,
bahaya atau pedang bukanlah sesuatu yang mengerikan bagi Anda.Karena Yesus menjamin, melindungi dan menjaga Anda sampai selama-lamanya.
Saya tidak
mengatakan ketika kita percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan lalu tidak ada lagi
persoalan, bahaya, penindasan, kekurangan. Semua itu masih akan kita alami,
namun justru ketika kita mengalami persoalan kita akan melihat kebaikan Tuhan.
Ketika kita mengalami bahaya kita akan tahu bahwa kuasa Yesus menyertai kita.
Ketika kita sakit dan dianiaya kita akan mengalami kuasa penghiburan dan kuasa
kesembuhan. Ketika kita kekurangan, kita akan melihat kasih karunia Yesus yang
memenuhi kekurangan itu. Pada intinya Kristus telah bangkit sehingga membuka
jalan bagi kita agar di dalam kasih dan kuasaNya kita berjalan dari kemenangan
yang satu kepada kemenangan yang lainnya.