Minggu, 03 Maret 2024

Kemuliaan Tuhan Telah Dipulihkan Bagi Anda

 *Kemuliaan Tuhan Telah Dipulihkan Bagi Anda*


Yohanes 17:22 (TB)  Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu:


https://alkitab.app/v/d323f182e8f5



Ketika Tuhan menciptakan manusia, Alkitab mengatakan bahwa Tuhan memahkotainya dengan kemuliaan dan kehormatan. (Mazmur 8:5) Kata “dimahkotai” di sini berarti meliputi atau mengelilingi seperti lingkaran yang mulia. Oleh karena itu, kemuliaan Tuhan adalah pakaian manusia. Dengan kata lain, seluruh keberadaan Adam bersinar cemerlang.


Ketika manusia berdosa terhadap Tuhan, dia kehilangan kemuliaan Tuhan. (Roma 3:23) Namun ketika Yesus Kristus lahir, kemuliaan Allah turun. (Lukas 2:9) Dan bertahun-tahun kemudian, Yesus, sebelum Dia mati, berkata kepada Bapa-Nya, “Kemuliaan yang Engkau berikan kepada-Ku telah Kuberikan kepada mereka, agar mereka menjadi satu sama seperti Kita adalah satu.”


Jadi kemuliaan Allah yang telah dikorbankan oleh manusia kini telah dipulihkan kepadanya karena Yesus telah datang. Ketika Dia mati di kayu salib, Dia menanggung malu kita, memberikan kebenaran-Nya kepada kita dan mengembalikan kemuliaan Allah kepada kita.


Namun apa sebenarnya kemuliaan Tuhan itu? Doxa, kata Yunani untuk “kemuliaan” di sini, berarti memiliki pendapat yang baik mengenai seseorang yang menghasilkan pujian, kehormatan dan kemuliaan. Ini berarti bahwa dengan mengembalikan kemuliaan-Nya kepada kita, Tuhan ingin agar kita merasa bahwa kita patut dipuji, terhormat dan mulia karena pandangan baik-Nya yang terus-menerus terhadap kita!


Saudara-saudaraku yang terkasih, karena kemuliaan Allah ada padamu, maka ada beban dalam dirimu. Orang-orang tidak tahu kenapa, tapi semangat mereka terangkat saat berada di hadapan Anda. Ada sesuatu dalam diri Anda yang memengaruhi mereka meskipun mereka baru bersama Anda sebentar. Ketika Anda berbicara, mereka mendengarkan karena ada substansi dalam apa yang Anda katakan.


Selain itu, karena kemuliaan Tuhan ada pada Anda, Anda dapat mengharapkan kemuliaan itu menyentuh setiap aspek kehidupan Anda – keuangan, hubungan, pekerjaan, dan kesehatan Anda. Tubuh Anda, misalnya, akan bersinar dengan kesehatan ilahi.


Jadi sahabatku, karena Yesus telah datang dan mengembalikan kemuliaan Tuhan kepadamu, sadarlah akan pendapat baik Tuhan yang terus-menerus tentangmu. Ketahuilah bahwa ada beban dalam diri Anda dan bangkitlah, bersinar!

Kamis, 10 Februari 2022

Slalu Ku Percaya - By Karter JR

LAGU BARU SLALU KU PERCAYA

https://youtu.be/k3ELT1KbWhg Bersyukur kepada Tuhan lagu ini bisa tercipta dan sy dedikasikan untuk Istri saya (juga mereka yang berjuang melawan tumor/cancer). Selama kami di RS Kanker Dharmais Jakarta melihat keburukkan bahkan kematian. Mulai dari November 2021 sampai Januari 2022, istri sy Hermin Sianipar harus berjuang melawan Air Mata. Ia telah kehilangan penglihatannya pada waktu operasi yang pertama, namun 3 hari paskah operasi kedua ini dia harus mengalami kelumpuhan pada kaki dan tangan kanan. Dan ini artinya permanen. Dia mengalami up an down selama di RS. Bahkan Hermin telah melihat dirinya sendiri terbaring di Tempat tidur dan nyawanya meninggalkan tubuhnya... Tapi Tuhan baik tak pernah dia biarkan kami sendir, *slalu ku percaya dan tetap percaya tak ada yang mustahil bagimu Tuhan, yang memulihkan dan menyembuhkan aku, amin* πŸ’•πŸŽ™️ Kiranya lagu ini menjadi berkat untuk kita semua, Jangan lupa dukungan Subccribe, like, koment and sharenya, itu sangat berarti bagi kami. Tuhan memberkati kalian semuaπŸ™πŸ»✝️

Kamis, 04 Juni 2020

SELALU ADA JALAN (BAGIAN 3 : SENGAT KEGELAPAN)



Singers Christella Feat Kreissen JR
🎼🎻Lyric ][ Karter JR




SENGAT KEGELAPAN
Kisah Di Balik Lagu Ku Berserah


Harapan adalah kekuatan untuk melihat cahaya meskipun kegelapan sedang menyelimuti kita. Kita bisa saja kehilangan segala-galanya namun jangan sampai kita kehilangan harapan. Kehilangan harapan sama saja dengan putus asa, sama saja kehilangan seluruh potensi kekuatan kita. Tuhan adalah pengharapan kita yang teguh, apapun yang terjadi kita harus tetap percaya.

Saya teringat betul kisah Yesus Kristus yang berada di Taman Getsemani. Malam itu menjadi malam terakhir Ia berdoa di tempat itu. Kegelapan seakan-akan telah mengalahkan Tuhan; PeluhNya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. Mel Gibson mengambarkan kisah nyata ini dalam sebuah film  The Passion of the Christ di mana Iblis bersukacita dengan senyum yang sangat sinis melihat Yesus disengat oleh kegelapan. Namun Yesus bangkit dari kegelapan, terangnya melenyapkan kekuatan kegelapan. Saya tidak pernah membayangkan mengalami sengatnya kegelapan hingga membuat saya lumpu sesaat, namun saya bersyukur melalui kelam itu saya dapat melihat terang Kristus, saya melihat kuasaNya melenyapkan kelam.

Saat itu waktu tengah malam, dikala tetangga-tetangga tertidur lelap dan menikmati mimpinya namun tidak untuk kami. Jam 12pm Istri saya mulai merasakan sakit kepala. Saya berdoa dan memberikan sebutir paracetamol 500gr, sembuh sebentar - sakit lagi. Bagaikan di medan tempur kekuatan Tumor Otak itu menyerang kembali, sakit kepalanya makin parah.

Saya tidak mau menyerah, saya mengucapkan harapan saya dalam doa. Harapan itu menjadi kekuatan saya untuk melawan semua ketakutan malam itu. Setelah selesai berdoa saya kemudian  memberikan Hermin obat paracetamol 500 gr sebanyak 2 tablet. Hasilnya, sembuh sebentar setelah itu kambuh lagi - sakitnya makin parah. Mungkin Anda pernah mengalami sakit kepala yang luar biasa seperti ini, karena begitu menyakitkan akhirnya Anda membenturkan kepala ke dinding tembok. Nah itulah yang terjadi dengan Istri saya, ia sampai menonjokan kepalanya ke dinding berkali-kali. Tetap saja semua itu tidak mengurangi sakitnya. Manefestasi Tumor itu telah menekan semua syaraf otaknya. Karena tidak bisa menahan rasa sakit akhirnya membuat ia muntah, obat yang dia minum pun ikut dikeluarkan. 

Melihat itu, hati saya masih teguh, saya menolong Hermin membersihkan setiap kotoran yang dimuntahkan. Di luar yang saya pikirkan masalah datang lagi, Anak saya Christella tiba-tiba menangis sakit perut dan muntah-muntah seperti yang dialami ibunya. Tangisan Christella yang begitu nyaring, menyebabkan masalah lainnya datang, teriakan tangisnya  membangunkan adiknya, tidak bisa saya bayangkan  Kreissenpun ikut menangis dengan nyaring.

Malam itu bagaikan teror. Faktanya sedikit cahaya (harapan) dapat mengalahkan ribuan kegelapan seolah-olah menjauh, doa saya mulai memantul dalam keraguan. Tentu saja situasi itu telah membuat saya panik, saya tidak sanggup berpikir lagi, semua gelap, serangan ketakutan menguasai pikiran saya. Seketika itu seluruh otot kaki saya menjadi lemah, saya tersandar didinding dan terjatuh ke lantai. Saya melihat istri saya tidak berdaya, kemudian mendengar kedua anak saya menjerit menangis sepertinya suara mereka terdengar makin menjauh, penglihatan saya perlahan mulai kabur dan semakin gelap. Seluruh otot saya menjadi lemah, tangan dan kaki tak mampu untuk bergerak. Mungkin terkesan dramatis, tapi itulah kenyataanya. 

Ada pepatah yang mengatakan terkadang kegelapan lebih indah dari cahaya, ternyata tidak satupun keindahan kegelapan saya temukan, sangat menyakitkan. Ya saya sadar, memang hanya Tuhan Yesus satu-satunya yang dapat mengalahkan kegelapan, saya tidak, seorangpun tidak! 

Dalam kegelapan itu saya berkata “Tuhan saya tidak bisa melakukan apapun...” dengan suara yang lemah saya berseru "Tuhan Yesus, tolong kami"! Sesaat saya melihat cahaya kecil seperti titik putih yang sangat kecil, tiba-tiba terbang dari atas mendatangi saya, semakin mendekat sinar itu semain besar dan masuk ke dalam tubuh saya.

Kedengarannya memang seperti dogeng Peter Pan. Namun itulah yang saya alami. Seketika itu juga saat cahaya masuk ke dalam tubuh telah membuat seluruh otot tubuh saya kembali menjadi kuat. Saya tahu Tuhan melakukan perkara yang besar malam ini, sengat kegelapan itu pergi dari saya.

Segera saya bangkit, menenangkan Christella dan Kreissen. Menganti baju mereka. Membersihkan lantai dan kemudian saya menolong istri saya mengantikan bajunya, saat itu Hermin sudah mulai tenang. Kemudian saya Mengoleskan minyak angin ke tubuh mereka dan mendoakan Chritella supaya sembuh dari sakit perut. Puji Tuhan setelah mendoakan Christella, kuasa Roh Kudus langsung bekerja menyembuhkannya sehingga Christella bisa langsung tertidur pulas. Lantas saya meraih Kreissen yang masih menangis terseduh-seduh, memeluknya dan membelainya meyakinkan Kreissen bahwa semua baik-baik saja dan menyuruh untuk tidur Kreissen pun mendengarkan saya dan bisa tertidur pulas juga.

Ketenangan yang kami nikmati rupanya tidak begitu, kegelapan itu merengutnya kembali. Jam 3.30Am Hermin menjerit kuat, saat yang sama keluar air yang banyak dari mulut dan hidungnya, hingga membuat ia menjadi lemas. Segera saya mengambil kunci mobil dan meminta tolong tetangga untuk menemani saya dan menjaga anak-anak dan langsung meluncur ke Rumah Sakit.

Saya lantas membawa istri saya ke salah satu Rumah Sakit terdekat dari rumah saya. Melihat perawatan di ICU kurang baik, tidak sesuai standar, perawatnya tidak ramah, bahkan dokter pun tidak tahu hendak memberikan obat apa, keyakinan saya atas rumah sakit ini luntur. Dalam hati, saya harus memindahkan istri saya ke Rumah Sakit yang lain. Keadaan Hermin semakin lemah, tubuhnya kehilangan banyak cairan, sementara sakit kepala menyerangnya kembali. Saya meminta mereka memberikan obat mual dan nyeri kepala saja. Dengan cepat saya kembali ke rumah menjemput anak-anak saya dan  memindahkan Hermin ke salah satu Rumah Sakit Swasta di Nagoya – Batam. Di sini saya sendiri saja, tetangga  tidak lagi menemani saya.

Sesampainya di Rumah Sakit, saya membangunkan Christella dan memberikan pesan kepadanya untuk menjaga Kreissen dan jangan membuka pintu mobil sementara mobil saya tetap nyalahkan. Setelah itu saya ke ruang ICU untuk menemani Hermin. Sakit kepala  Hermin saat itu begitu luar biasa sampai membuat ia tidak sadarkan diri.  Terakhir yang terekam dalam ingatanya adalah; Saat itu saya berkata “kita harus ke rumah sakit”, dengan keras dia melarang tidak usah ke rumah sakit, dia katakan “saya sudah merepotkan papa dan anak-anak, kita sudah bolak-balik ke rumah sakit, kali ini tidak usah,” jawabnya dengan pasrah. “tidak, kita harus pergi skarang”, sahut saya.  Setelah itu Hermin tidak dapat mengingat apapun. Karena manefestasi tumor yang menekan syaraf otaknya dan kehilangan banyak cairan menyebabkan dia tidak sadarkan diri.

Keesokan harinya Hermin telah sadar, ia memanggil saya, “Papa..” “Ya, mama” sahut saya. “Sekarang kita berada di mana? Apa yang terjadi dengan saya” tanyanya heran. “Di Rumah Sakit... apakah mama tidak tahu apa yang terjadi” tanya saya. “Tidak pa, saya tidak ingat apapun...   tidak ini bukan Rumah Sakit”. Sahutnya.

Yang dilihat Hermin saat itu adalah, ia dikelilingi oleh rumput-rumput hijau dan ada jurang yang dalam sekali. Ia heran bahwa saya katakan kita berada di Rumah Sakit namun yang dia lihat bukan di Rumah Sakit.

Sahutnya lagi “Mana anak-anak”. “Itu di sana, di kursi, mereka lagi tidur” jawab saya. Lantas dia mengatakan, “Ayo kita pulang saja”. “Tidak ma, kita tidak bisa pulang, mama lagi dirawat di Rumah Sakit, tuh lagi dipasangin infus”. Kata saya. “Saya, tidak sakit, pa! Ayo kita pulang”. Seruhnya. Tiba-tiba dia mau berdiri, ia tidak bisa menggerakan kakinya, iya menggerakan tangan kanannya untuk mencabut infus, dia tidak bisa. Ia kemudian menangis, “pa... ada apa dengan mama, kenapa kaki dan tanganku tidak bisa bergerak?” saya pun tersadar, “oh Tuhan cobaan apa lagi ini, istri saya sudah kehilangan penglihatan kedua matanya, sekarang kaki dan tangannya lumpuh” tanya saya dalam hati. Melihat Hermin menangis, saya pun menangis, saya tidak bisa menjawab apa yang ia tanyakan.

Akhirnya Hermin sadar bahwa memang ia lagi sakit seperti yang saya katakan. Saat anak-anak melihat papa dan mamanya menangis mereka pun terbangun dan ikut manangis. Christella dan Kreissen datang mendekati kami dan tiba-tiba mereka menumpangkan tangan kepada mamanya dan mengajak mamanya berdoa. Mereka bergantian mendoakan kesembuhan  mamanya dari kelumpuhan dan kebutaan. Saya terharu melihat respon anak-anak, sambil menahan air mata saya, saya bersyukur kepada Tuhan, apa yang mereka lakukan itu menguatkan hati saya untuk percaya mujizat Tuhan lebih besar dari apa yang kami alami.

Saa itu Pak Agus Suwantoro dan ibu Onie Ratnawati bersama anak mereka Siska Suwantoro telah mengunjungi kami. Selama ini  Pak Agus dan Ibu bagaikan orang tua kami sendiri yang selalu ada di masa-masa sukar. Siang dan malam di saat semua orang tertidur lelap, tidak bisa saya hubungi lewat telpon namun pak Agus dan Ibu selalu siap sedia dan rela diganggu oleh saya. Bahkan untuk menenangkan Hermin, saat tengah malampun, sewaktu sakit kepala menyerangnya, mereka mau bernyanyi dan berdoa sampai subuh bersama kami. Memang sungguh besar kebaikan Tuhan melalui kedua orang tua rohani kami ini.

Pak Agus bertanya kepada saya, “Apa yang akan kamu lakukan? Bagaimana kalau kita operasi saja apapun yang terjadi Karter harus siap?” “Saya bingung” sahut saya. Saat itu ketika mengatakannya jantung saya berdetak sangat kencang, tanpa saya sadari saya menangis. Kemudian pak Agus menenangkan kami dan mendoakan. Pak Agus saat itu langsung bertindak dengan menguruskan Kartu BPJS untuk Hermin.

Hari Selasa kami mendapat Banyak kunjungan dari teman-teman mulai dari pak Rudi dan Ibu Rita, mereka telah menjadi saudara bagi kami diperantauan. Ada juga teman-teman FGBMFI yaitu pakDaniel, pak Max, pak Micky dan pak Orwie. Dan juga teman doa kami Ibu Verena dan teman-teman lainnya. Ibu Verena adalah seorang Katolik namun kami bisa bersekutu bersama bertahun-tahun lamanya, dan belajar mengenal Tuhan bersama-sama. Ibu Verena berkata, “Pak Karter, kita telah berdoa, bapak harus pasrah ya pak. Mungkin bagi bapa, ibu Hermin adalah yang terbaik yang bapak miliki, apa yang terbaik yang bapak miliki, jika Tuhan menginginkannya maka bapak harus pasrah dan menyerahkannya kepada Tuhan.” Kata-kata ini menuntun saya untuk pergi berdoa, menyerahkan segala yang saya hadapi kepada Tuhan. Kemudian teman-teman Rumah Singgah,  Ibu Reni dan Timmnya yg datang bersama Ibu Ariani. Selain itu teman-teman dari Anugerah pak Silas,  Om Herry, Pak Indrat,  Enika bersama jemaat lainnya. Ada yang lain juga Ibu Ida dan teman-teman wanita Bijak. Mereka semua datang untuk menguatkan dan mendoakan kami. 

Keesokan harinya, kami dikunjugi oleh Ibu Rose sahabat doa kami juga. Ibu Rose adalah seorang katolik, bersama dengan Ibu Verena dan Ibu David kami sering melakukan persekutuan doa. Saya lantas meminta ibu Rose menemani Hermin dan saya pergi berdoa di ruang doa gereja yang persis berada di samping Rumah Sakit. Ketika saya masuk ke ruang doa hujan sangat lebat. Di ruang doa inilah saya menyerahkan pergumulan saya tentang istri saya ke dalam tangan Tuhan. Saya mencurahkan semua isi hati saya dan meminta petunjuk Tuhan untuk apa yang harus saya lakukan.

Terus terang saat itu saya bingung dan takut meskipun kelihatannya tenang. Intinya saya katakan, “Tuhan Yesus, aku takut....... Saya tidak kuat melihat istri saya menderita, tetapi jika Engkau meminta aku menyerahkan yang terbaik yang aku miliki karena Engkau mencintainya aku mau memberikannya, namun kuatkan aku supaya aku benar-benar siap untuk itu. Tetapi jika aku boleh meminta, sembuhkanlah istriku aku ingin dia melayani bersama-sama denganku keliling dunia untuk memberitakan perbuatanMu yang ajaib. Amin!”

Saya kemudian bernyanyi dan menyembah Tuhan. Di sinilah  Tuhan memberikan nyanyian baru di hati saya. Tanpa saya sadari Tuhan sedang berkarya lewat pergumulan saya ini. Pergumulan yang sangat besar itu dalam kasih karunia Tuhan telah melahirkan nyanyian baru. Mulut saya mulai menyanyikan pujian yang indah;

KU BERSERAH
🎼🎻Lyric ][ Karter JR

Dalam kelemahanku
KuasaMu sempurna
Saat tiada jalan
Engkaulah jalanku

Reff
Ku berserah, ku berserah
Hanya kepadaMu
Yesus kuberserah

(Untuk Mendengarkan lagunya Klik LInk Gambar paling Atas atau tekan link di samping ini https://www.youtube.com/watch?v=VAslFYGjn1A  #Channel Youtube)

Satu jam persis saya berada diruang doa, hujan pun belum reda. Saya kembali ke Rumah Sakit, saya berjalan di tengah hujan yang lebat, membiarkan tubuh ini menikmati setiap butiran-butiran air yang menyejukkan.

Bersambung.....
By Karter JR





Selasa, 02 Juni 2020

SELALU ADA JALAN (BAGIAN 2 : TETAP PERCAYA)




TETAP PERCAYA
Kisah Di Balik Lagu STIL BELIEVE (Tetap Percaya)


Saat Hermin mengetahui bahwa ia mengidap sakit Tumor Otak dan dokter telah mengvonis bahwa kemungkinan hidupnya hanya dapat bertahan selama 6 bulan. Jika Operasi kemungkinan selamat tipis dan akan mengakibatkan kebutaan, lumpuh, bisu, hilang ingatan dan lain sebagainya. Sebaliknya jika tidak dioperasi kemungkinan bertahan hanya 6 bulan. 

Sejak mendengar kabar itu hari-hari yang kami jalani mulai berubah. Kenyataan selalu mempengaruhi pancaindra. Apa yang kita lihat dan rasakan seakan-akan menegelamkan iman. Untuk tetap percaya di masa bahagia adalah mudah namun bagaimana bila kenyataannya buruk? kebanyakan kita akan mulai goyah. Berbagai perasaan mulai menghampiri; kesedihan, kekuatiran, ketakutan bahkan rasa terluka mulai membayangi kami. Saya melihat ada ketakutan dan kesedihan  di dalam diri Hermin saat menghadapi penyakitnya. Setiap hari sakit kepala yang luar biasa menyerangnya membuat dia lemah dan tak berdaya. Putus asa selalu menggodanya, seolah-olah sengat kegelapan menjadi makananya sehari-hari. Dia mencoba untuk bangkit, melawan semua pikiran-pikiran negatif itu, namun kadang menang kadang tidak berdaya. Peperangan ini tsetiap hari terjadi, percaya kepada janji Tuhan benar-benar mendapat tantangan yang hebat.

Terkadang harapan dan kenyataan berbeda. Walaupun demikian bukan berarti kita harus menyerah dan berhenti berharap. Penglihatan Hermin bukannya membaik malah semakin merosot. Saat itu ia hanya melihat bayang-bayang, tidak melihat apapun. Setiap hari kami memohon kepada Tuhan untuk memulihkan penglihatanya.  Nampaknya keajaiban sepertinya belum berpihak pada kami. Harapan kami supaya penglihatannya bisa dipulihkan semakin kecil, yang terjadi adalah bukan baik justru semakin buruk sampai dia mengalami kebutaan total. Kebutaannya memukul hati saya dunia seolah-olah runtuh. 

Dipikiran Hermin saat itu hanya berserah kepada Tuhan, dia berusaha memperlihatkan bahwa dia tegar, namun setiap malam dia menangis. Setiap kali saya masuk kamar dia tidak memperlihatkan kesedihannya. Dia berpikir bahwa hidupnya tidak lama lagi, sebab selain ia terpukul dengan keadaannya yang buta, sakit kepalanya setiap kali kambuh begitu menyakitkan. Dan obat-obat nyeri yang diminum tidak ada yang mampu lagi. Itulah sebabnya dia merasa sakit kepala ini bisa membunuh.

Saya tahu tidak ada obat lagi. Saya sudah berdoa dan menyerahkan kepada Tuhan, namun sakit kepalanya belum sembuh juga. Saya sudah membawa ke dokter untuk dapat mengobatinya. Semua obat yang diberikan  tidak ada yang mempan walaupun dosisnya sudah ditambah. Karena stres tidak bisa sembuh juga, akhirnya Hermin menolak untuk minum obat. Setiap kali sakit kepala datang ia menjerit kesakitan karena tidak bisa lagi menahan rasa sakit itu. Bukan hanya Hermin, saya juga benar-benar dibuat menderita dengan sakit kepala ini. Hari-hari yang ia lalui hanyalah dalam duka. Namun saya berusaha untuk terus menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.

Saya dapat merasakan betapa sedihnya istri saya. Namun saya tidak tahu apa yang harus di lakukan. Di saat seperti itu saya membacakan Alkitab setiap hari untuk istri saya dan memperdengarkan rekaman khotbah-khotbah saya tentang “Destined To Be A Winner, dan membacakan buku  yang berjudul “ITS FINISH”. Apa yang kami lakukan itu membangkitkan imannya. Kitab Injil, Rekaman Khotbah dan buku itu menceritakan tentang pekerjaan karya Kristus di salib, bahwa penyakit apapun di dalam Tuhan Yesus sudah ditaklukkan. Tuhan telah datang ke dalam dunia dan menghancurkan segala kuasa kutuk, kuasa setan, dan termasuk kekuatan penyakit. Imannya bangkit dan dia mulai dapat mengalahkan sakit kepala tersebut. Setiap kali  sakit itu datang Hermin menjerit-jerit, namun dengan Iman dia percaya Tuhan menolong dia. Di salah satu sisi pikirannya mengintimidasi dia, dia bertanya  “Kenapa Tuhan, Engkau membiarkan saya menderita dengan penyakit  ini, kalau bukan Tuhan yang menolong saya siapa lagi yang bisa menolong”. Peperangan seperti ini sering terjadi. Namun dalam kelemahan dan ketidakberdayaan kami kuasa Tuhan sempurna. 

Suatu saat, saya melihat Hermin sedang termenung. Saya mendekatinya, memberikan secarik kertas HVS/A4 dan sebuah pena bolpoin. Saya katakan apa yang sedang mama pikirkan, tuangkan itu dalam sebuah syair lagu. Kerahkan kekuatan pikiran mama untuk menyatakan iman mama dalam syair lagu ini! 

Saat itu saya melihat senyuman yang indah diwajah istri saya senyuman yang telah lama hilang kini bersinar kembali. Dia segera melakukan apa yang saya katakan. beberapa saat kemudian dia memanggil saya dan berkata. Papa saya telah selesai menulis sebuah syair lagu, tolong cek. Saat saya memeriksanya, kertas itu dipenuhi dengan tetesan airmata namun tulisannya masih jelas terbaca. kemudian saya membaca suatu syair lagu yang sangat indah. Air mata saya pun ikut menetes membaca syair lagu tersebut. Dalam keadaan yang buruk Tuhan telah menganugerahkan suatu nyanyian baru, suatu karya yang indah yang ditulis istri saya, judulnya adalah STILL BELIEVE (TETAP PERCAYA).

TETAP PERCAYA

Song & Lyric: Hermin Sianipar

RencanaMu sempurna di setiap jalan-jalanku
Walau ku tak melihat namun tetap percaya
Meski berat bebanku lebih besar kasih setiaMu
Walau ku tak mengerti  namun tetap percaya

Hanya Engkau yang mengerti hatiku
Stiap tetes air mataku Kau perhatikan
Bawa daku dalam dekapan kasihMu
Terbang tinggi melintasi badai hidup

Reff
Ku percaya slalu percaya
RencanaMu indah dalam hidupku
Ku percaya slalu percaya
Besar setiaMu dalam hidupkuOhho....



Saat segalanya menjadi buruk hanya Tuhan yang mampu mengubahnya untuk kebaikan. Mungkin kita tidak mampu lagi menghadapi kenyataan yang buruk namun saat kita berserah kepada Tuhan kenyataan yang buruk itu bisa mendatangkan suatu karya yang indah. Apa yang istri saya alami adalah kisah nyata yang membuktikan bahwa kebaikan Tuhan selalu lebih besar dari keburukkan. Kini Hermin telah mengeluarkan "ALBUM STILL BELIEVE" yang sebelumnya tidak pernah dia pikirkan dia dapat melakukannya. Anda bisa melihat ke dalam youtube dengan menekan link di atas atau video di atas atau link di samping ini https://www.youtube.com/watch?v=wO7O24Zy1VM  kiranya kekassian dan lagu-lagu ini menjadi berkat bagi saudara.

Dan terimakasih untuk para sahabat yang sudah mendukung channel kami, dengan suscribe, share, comment, like. Penghargaan Anda sangat berarti bagi kami dan membuat kami terus bersemangat untuk mencipatakan lagu-lagu rohani, membuat audio recordingnya, membuat video klip berkarya untuk menjadi berkat. Kita  satu di dalam Kristus Tuhan, immanuel!


PIKIRAN YANG DI ATAS


PIKIRAN YANG DI ATAS
5M Destined To Be A Winner

Sabtu, 11 April 2020

MAKNA KEBANGKITAN YESUS


Roma 8:34                                                       
“Kristus Yesus, yang telah mati bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk disebelah kanan Allah, yang malah menjadi pembelah kita”

Kebangkitan adalah peristiwa yang penting sesudah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Tanpa kebangkitan Yesus Kristus maka kematianNya menjadi sia-sia. Kebangkitan Yesus Kristus menegaskan bahwa setiap orang yang mati di dalam dosa tidak akan beroleh maut namun sebaliknya akan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus dan memiliki kehidupan dan kelimpahan di dalam Yesus Kristus.

Kematian Yesus Kristus menunjuk kepada korban yang sempurna dimana hukuman dosa, maut dan kematian yang mengerikan yang harus diterima oleh manusia, termasuk Anda dan saya  sudah digantikan oleh Yesus Kristus. Harusnya kita yang dihukum mati, tetapi dosa kita ditimpahkan kepadaNya.

Mengapa? Karena kita tidak bisa hidup menuruti standart kekudusan dan kebenaran Tuhan. Tuntutan untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan  itu dipenuhi di dalam Yesus Kristus. Sehingga pengorbanan Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan untuk melepaskan kita dari hukuman dosa. Tetapi karya Yesus Kristus tidak sampai hanya kepada pengorbanan yaitu kematian, namun Dia harus bangkit untuk menujukkan kepada manusia Ia bukan hanya menebus dosa kita  tetapi Ia juga memberikan kemenangan atas kita untuk hidup berkuasa atas dosa, hidup di dalam kehidupan manusia baru yakni di dalam Yesus Tuhan. Dengan demikian makna  kebangkitan mengubah kematian menjadi karya penyelamatan. Mengubah maut menjadi kemenangan. Mengubah bencana menjadi berkat.

Bila Anda memahami kebenaran ini maka, Anda akan menjalani kehidupan yang berkemenangan. Penindasan atau kesesakan atau penganianyaan, kelaparan atau ketelanjangan, bahaya atau pedang bukanlah sesuatu yang mengerikan bagi Anda.  Karena Yesus menjamin, melindungi dan menjaga Anda sampai selama-lamanya.

Saya tidak mengatakan ketika kita percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan lalu tidak ada lagi persoalan, bahaya, penindasan, kekurangan. Semua itu masih akan kita alami, namun justru ketika kita mengalami persoalan kita akan melihat kebaikan Tuhan. Ketika kita mengalami bahaya kita akan tahu bahwa kuasa Yesus menyertai kita. Ketika kita sakit dan dianiaya kita akan mengalami kuasa penghiburan dan kuasa kesembuhan. Ketika kita kekurangan, kita akan melihat kasih karunia Yesus yang memenuhi kekurangan itu. Pada intinya Kristus telah bangkit sehingga membuka jalan bagi kita agar di dalam kasih dan kuasaNya kita berjalan dari kemenangan yang satu kepada kemenangan yang lainnya. 

SPIRIT GRACE

Kemuliaan Tuhan Telah Dipulihkan Bagi Anda

 *Kemuliaan Tuhan Telah Dipulihkan Bagi Anda* Yohanes 17:22 (TB)  Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepa...