Setiap
rabu malam saya berolaraga futsal bersama dengan teman-teman. Suatu ketika saya
membawa anak-anak saya untuk pergi ke
tempat itu. Kehadiran mereka membawa kesenangan terendiri, mereka begitu
bersemangat menyaksikan ayah mereka bermain. Menjadi sporter yang memicu
semangat saya, meskipun itu hanya sekedar main untuk cari keringat. Tapi
melihat mereka begitu antusias menonton sambil berteriak, ayo papa, ayo papa,
ayo papa, tindakan itu memberikan kegembiraan, bukan hanya untuk saya saja
tetapi teman-teman saya ikut gembira.
Tidak lama kemudian saya tidak mendengar teriakan mereka
lagi. Saat saya menoleh ke arah tempat mereka, mereka tidak ada di sana. Pikir saya mereka tidak jauh-jauh. Karena tidak terlihat,
saya pun kuatir, akhirnya saya keluar dari permainan dan minta diganti,
kemudian mencari mereka. Hasilnya saya pun menemukan mereka membawa kembali
ketempat semula, seraya memberikan nasehat untuk tidak kemana-mana.
Lega rasanya mendengar mereka setuju dengan saya, saya pun
bisa bermain kembali. Tidak lama kemudian mereka menghilang, saya menjadi
kuatir lagi. Karena saya pikir mereka masih anak-anak dan tidak bisa menjaga
diri mereka sendiri. Karena kuatir maka pikiran saya tidak lagi kepada
permainan. Beberapa kali teman saya mengoper bola saya tidak menyambutnya.
Sampai permainan selesai.
Minggu
depan saya mengajak istri saya untuk ikut menemani kami. Saat itu saya bisa
bermain lepas dan bebas dari rasa kuatir, saya percaya istri saya dapat menjaga
mereka dengan baik. Saat saya percaya ada istri saya maka kekuatiran dengan
sendirinya pergi.
Demikian
juga dalam hidup ini saat Anda tidak mempercayai Tuhan mengendalikan segala
sesuatu dalam hidup Anda itu sama saja dengan Anda membiarkan masalah-masalah
Anda lepas kendali, dan kekuatiran itu
akan mencekik Anda. Anda bisa membuat hal-hal yang negatif itu menguasai Anda
bila Anda terus memusatkan perhatian Anda diluar kekuatan Tuhan. Memilih untuk
kuatir akan membuat Anda terjebak dalam penderitaan. Namun saat Anda percaya
dengan sendirinya kekuatiran itu pergi, dan penderitaan ditaklukkan.
Percaya adalah satu hal dan kuatir adalah hal yang lain.
Tidak mungkin kaki Anda berpijak di dua tempat secara bersama-sama, percaya dan
kuatir. Jika kuatir maka Anda tidak dapat mempercayai Tuhan bekerja untuk
membuat hal-hal yang buruk supaya berubah mendatangkan kebaikan. Sebaliknya
jika percaya, maka Anda tidak mungkin untuk tetap mengkuatirkan segala sesuatu
yang buruk.
Nabi Yeremia berkata, “Diberkatilah orang yang mengandalkan
TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi
air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami
datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun
kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7,8).
Di saat pohon-pohon yang lain mengalami penderitaan karena
panas terik sebaliknya orang yang mengandalkan Tuhan dan menaruh pengharapan
kepada Tuhan digambarkan seperti Pohon yang tidak mengalami datangnya panas
terik. Pohon-pohon yang lain daunya mengalami
kekeringan terancam mati dan tidak menghasilkan buah, tetapi pohon yang
mendapat suplai air daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering,
dan tidak yang tidak berhenti menghasilkan buah.
Inilah hukum rohani dalam hal percaya! Kekuatiran tidak
dapat memakan Anda. Ia akan segera pergi saat Anda sungguh-sungguh percaya
untuk mengandalkan Tuhan. Tuhan segera memberikan energi kuasaNya supaya dapat
membuat hal-hal yang Anda percayai nemar-benar terjadi dalam hidup Anda. Misalnya
jika masalah Anda adalah tentang kesembuhan maka segala hukum-hukum bagaimana
menjadi sembuh akan menyertai Anda, dan membuat hal-hal yang tidak mungkin
secara medis itu terjadi secara nyata. Begitu juga dengan masalah yang lain.
Seperti Saat Tuhan Yesus meredahkan badai dan gelombang di atas danau Tiberias,
Yesus percaya bahwa kata-katanya berkuasa atas danau itu, saat Ia percaya, ia
pun berkata-kata, dan segera hukum alam pun tunduk dalam perkataan Yesus, badai
itu seketika itu juga pergi dan air pun menjadi tenang.
Zaman ini kita hidup ditengah dunia yang setiap hari
memberitakan segala sesuatu yang seolah-olah berbicara dipikiran kita bahwa “kamu harus mengkuatirkan” hal ini. Nampaknya
media-media baik Koran maupun TV dan Internet tidak pernah menyadari bahwa
berita-berita yang mereka tayangkan lebih banyak memberitahukan kabar buruk
telah memberi kesempatan kekuatiran tumbuh dan mengambil tempat lebih banyak di
hati masyarakat kita, sebagian besar kekuatiran itu menjadi seperti penyakit
yang baru di masayarakat. Mulai dari berita-berita mengenai penyakit yang
berbahaya, tentang kejahatan, degradasi moral, peperangan, kekacauan ekonomi
dan politk sampai kebebasan beragama kebanyakan yang disuguhkan adalah berita-berita
yang membuat kita kuatir. Contohnya, apa yang dulu dianggap aman-aman saja kini
mulai dikuatirkan. Mungkin Anda tidak pernah membayangkan beberapa tahun
belakangan ini masyarakat kita dihebohkan dengan kasus peodofil. Kasus
kejahatan seksual terhadap anak-anak begitu banyak terjadi dan mengejutkan
kita. Di tempat di mana kita mempercayakan anak-anak kita untuk didik dengan
baik “di sekolah” dan menerima perlakuan yang baik justru di tempat itulah
anak-anak kita dilecehkan secara sadis oleh orang yang seharusnya melindungi
mereka. Dengan kejadian-kejadian seperti itu membuat pikiran kita berubah, sekolah
yang dulu kita percayai sekarang kita kuatirkan.
Selain itu mungkin ada banyak hal lain yang sedang mengkuatirkan
kita. Tetapi ingatlah bahwa Tuhan lebih
besar dari segala apa yang kita kuatirkan itu semua. MengandalkanNya adalah
sikap yang tepat dan Anda tidak akan pernah rugi. Bagi orang yang mengandalkan
Tuhan dan menaruh harapan kepadaNya, kekuatiran tidak lebih dari kumpulan debu,
yang dapat dihisap habis dalam sekejap oleh Vacuum Cleaner. So, Andalkan Tuhan
disetiap pergumulanmu.
Cara terbaik untuk mengusir
kekuatiran adalah, dengan mengandalkan Tuhan yang Maha Besar untuk mengatasi semua
pergumulan Anda!
Grace
to you, by : karter

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar yang positif, mengubah cara pandang dari yang salah kepada yang benar, memberikan masukan yang membangun blog ini.