Untuk
dapat memahami ajaran Alkitab tentang
dibenarkan karena iman sangat erat hubungannya dengan ajaran hukum Taurat. Dalam
Perjanjian Lama diajarkan tentang berkat dan kutuk bergantung kepada ketaatan manusia terhadap hukum Taurat. Sebagai seorang ahli Taurat, Paulus juga mengatakan tentang kebenaran hukum Taurat:
"Orang yang melakukannya, akan hidup karenanya" (Roma 10:5). Orang
Yahudi menganggap bahwa kebenaran berasal melalui hukum Taurat. Karena itu
ajaran penebusan, (perintah) atau
penggenapan hukum Taurat inilah yang mereka anggap menghasilkan pembenaran
manusia di hadapan Allah. Melalui melakukan hukum Taurat maka ada pahala yang
tersedia di dalamnya. Mereka dapat menimbun harta (pahala dan ketaatan)
sehingga di hari penghakiman mereka akan diterima Allah. Mereka beroleh hak
istimewa karena memiliki Taurat sebagai sarana untuk beroleh hidup yang kekal. Bagi
orang Yahudi, Taurat adalah “substansi kehidupan” yang sejati. Sebab Taurat
menjamin posisi mereka di hadapan Allah, dan banyaknya perintah merupakan sarana penebusan yang kuat. (Herman
Ridderbos, Paulus; Pemikiran Utama Theologinya. 173).
Jelas
sekali konsep Yahudi sangat berbeda dengan tujuan Allah memberikan Taurat. Allah
mengijinkan Taurat itu diberikan Musa supaya orang Israel sadar bahwa mereka
orang berdosa, sehingga kesadaran itu menuntun mereka kepada juruselamat, yakni
Mesias yang tidak lain adalah Yesus Kristus. Hukum Taurat itu kudus tetapi tidak bisa
menguduskan dan membenarkan manusia supaya diselamatkan dari maut yang
mengerikan. Firman Tuhan berkata, “Kamu tahu,
bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat,
tetapi hanya oleh karena iman dalam Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah
percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam
Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada
seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat” (Galatia 2:16).
Alkitab
telah memberitahukan tidak ada seorangpun yang dapat dibenarkan dengan
melakukan hukum Taurat. Pembenaran hanya dapat terjadi di dalam iman kepada
Kristus. Bahkan lebih lanjut lagi Paulus berulang kali menegaskan kebenaran tersebut, “Karena
semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah, dan oleh
kasih karunia telah dibenarkan dengan cuma-cuma karena penebusan dalam Kristus
Yesus. Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena
iman, dalam darah-Nya” (Roma 3:23-25a).
Jadi
jelas bahwa dibenarkan atau diselamatkan bukan melalui hukum Taurat tetapi
dalam iman kepada Anak Allah, Yesus Kristus. Ingat kebenaran tentang
salib mengajarkan bahwa penilaian Allah terhadap manusia bahwa kita tidak
bisa diubah lagi. Manusia sudah berdosa dan hukumannya adalah kematian; Kebenaran,
kebaikan, kesalehan, segala usaha manusia tidak pernah cukup dan tidak akan bisa
menjadi “uang tebusan” (lutron) untuk menyelamatkan dirinya yang terhukum
oleh karena dosa. manusia harus mati, itulah yang wajar baginya. Karena itu, Tuhan Yesus menyerahkan diriNya sebagai ganti penghukuman manusia dan oleh darahNya manusia beroleh pengampunan dosa.. Di kayu salib itulah terjadi pendamaian antara manusia dengan Allah. Semua dosa manusia ditimpahkan kepada Tuhan Yesus dan kekudusan Yesus menjadi milik manusia. Demikianlah manusia dibenarkan. Saat Anda percaya kepada Kristus makan Anda memperoleh pengampunan dosa dan pembenaran di hadapan Allah. Jadi Anda adalah orang benarnya Allah di dalam dan melalui Tuhan Yesus.
Suatu
ketika Marthen Luther[1] telah mencoba berbagai upaya: tidur di
lantai yang keras, tidak makan, bahkan memanjat anak tangga di Roma dengan
tangan dan lututnya – tetapi semuanya tidak berhasil. Guru-gurunya berkata
bahwa apa yang dilakukannya sudah cukup untuk mendapatkan damai bagi jiwanya –
Tetapi dia tidak merasakan damai itu. Perasaan dosanya terlalu dalam. Dia telah
membaca kitab Mazmur. Kitab-kitab itu
sering meyingung mengenai “kebenaran Allah”. Tetapi kata ini menyusahkan
hatinya. Pikirnya ini adalah kebenaran Allah yang bersifat hukuman, yang
dengannya Allah menghukum orang-orang berdosa – suatu hari Luther membuka Alkitabnya
di surat Roma. Di sana dia membaca mengenai Injil Kristus yang adalah kekuatan
Allah yang menyelamatkan (Roma
1:16).
Ini adalah kabar baik! Tetapi ayat selanjutnya
berkata, “sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah” – lagi-lagi kata kebenaran yang menyusahkan itu! dan
perasaanya kembali tertekan.
Luther
kembali melihat ayat itu, “Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang
bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang
benar akan hidup oleh iman" (Roma 1:17).
Tiba-tiba suatu terang bercahaya baginya. Kebenaran Allah yang di maksudkan
Paulus di sini bukanlah keadilan Allah yang memberikan hukuman kepada
orang-orang berdosa, melainkan suatu kebenaran yang Allah berikan kepada
orang-orang berdosa yang membutuhkannya, dan itu diterima dengan iman. Ini
adalah kebenaran yang tidak bercela dan sempurna, yang di dapatkan Kristus,
yang diberikan Allah di dalam anugerahNya kepada semua orang yang percaya.
Sejak
saat itu Luther tidak perlu lagi mencari dasar bagi kedamaian jiwanya dengan
perbuatan baiknya sendiri. Sekarang dia dapat mengalihkan pandangannya dari
dirinya sendiri kepada Kristus, dan hidup oleh iman, bukannya merendahkan diri
di dalam ketakutan. Damai sejahtera dan sukacita melimpahi dirinya. Firman Tuhan
berkata “Sebab itu, kita yang
dibenarkan karena iman, kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena
Tuhan kita, Yesus Kristus” (Roma 5:1). Dan bukan hidup di
dalam ketakutan.
Jadi
percayalah bahwa untuk dibenarkan hanya melalui iman kepada Yesus Kristus. Tuhan
sendiri sudah menyeruhkan dengan suara yang sangat lantang, “sudah selesai!” (Yohanes
19:30). Anda tidak perlu menyelesaikan apa yang
telah Yesus selesaikan. Yesus telah menganti hidup Anda yang berdosa dengan
hidupnya yang kudus dan benar supaya di dalam Dia Anda menjadi kudus dan benar.
Yang Anda perlukan adalah menerima kasih karunia Allah yang telah membenarkan
Anda di dalam Yesus Kristus dan percaya apa yang telah Ia selesaikan dengan ucapan
syukur.
“Di dalam Yesus Anda
sudah menjadi orang benar, Anda tidak perlu lagi berjuang untuk dibenarkan
Allah, tetapi hasilkanlah buah pembenaran itu.”
Grace to you, by : Karter
[1] Sejak
Luhter memahami bahwa manusia dibenarkan karena iman. Pada saat itulah Reformasi Protestan lahir. Lonceng mulai berdentang di
dalam jiwa Luther. Anthony A. Hoekma, Saved by Grace: Diselamatkan Oleh
Anugerah (Surabaya: Momentum, 2010).201-202.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar yang positif, mengubah cara pandang dari yang salah kepada yang benar, memberikan masukan yang membangun blog ini.