“Dan
inilah perjanjianKu dengan mereka, apabila Aku menghapuskan dosa mereka.” (Roma 11:27)
Suatu ketika saya sedang mengerjakan renungan 50
hari untuk dibagikan kepada jemaat. Renungan ini telah siap dan harus dicetak.
Namun ternyata hasilnya tidak bisa
dicetak karena tinta pada mesin printer sudah habis. Syukurlah, pada saat itu
masih ada cadangan tinta. Saya kemudian mengambil suntik dan menyedot tinta dari
botol persediaan. Sementara botol yang masih ada tinta hitam, saya letakkan di
samping sudut meja. Dengan kedua tangan memegang alat suntik, saya mulai
menyuntikkan tinta ke dalam box infus
yang ada disamping mesin printer.
Setelah selesai, dengan kedua tangan saya menarik
alat suntik tersebut. Tanpa saya sadari siku tangan kanan menyentuh botol yang
masih berisi tinta hitam. Seketika itu juga saya terkejut! Karena ingin
menangkapnya supaya tidak terjatuh, segera saya membungkuk dan dengan satu
tangan berusaha meraih botol tinta yang sedang jatuh itu. Bukan menangkapnya
malah saya mendorong agar botol itu lebih cepat terjatuh ke lantai,
bruuuaaaaakh... Wajah saya dan kemeja kesukaan
saya pun tersemprot tinta.
Melihat hal itu, saya begitu menyesal. Segera
sesudah saya menyelesaikan renungan tersebut. Saya langsung pulang dan merendam
baju tersebut. Keesokkan harinya noda itu tidak hilang, ia menjadi noda yang
permanen dan merusak kemeja saya. Sampai sekarang saya masih menyimpan kemeja
itu, kemeja yang baru saya beli namun sudah kena noda. Saya mencari cara untuk
menghapus noda itu, namun tetap tidak bisa.
Dalam hidup manusia pun demikian. Noda dosa yang
kita warisi, dosa yang tidak mungkin dihilangkan dengan cara apapun kita
mencobanya noda itu tidak akan pernah
hilang. Ia akan selalu melekat dalam diri kita. Tetapi jika ada pribadi yang
mau menyingkirkan noda dosa yang melekat dalam diri kita bukankah itu sesuatu
yang hebat. Jangan lagi meletakkan beban
itu dipundak sendiri dengan berupaya untuk menyingkirkan yang tidak bisa kita singkirkan. Dengar baik,
sampai kapanpun dan sekuat apapun usaha kita untuk menyingkirkan dosa, ia akan
tetap ada.
Kristus telah mengampuni dan menguduskan kita!
Firman Allah jelas berkata, “Dan inilah perjanjianKu dengan mereka, apabila Aku
menghapuskan dosa mereka.” Dosa
dihapuskan berarti kita telah diberikan keselamatan dari akibat-akibat dosa
tersebut. Dosa tidak lagi berkuasa atas kita. Anugerah kemenangan ini bukan
sementara tetapi untuk selamanya. kita sudah dikuduskan di dalam Kristus. Tuhan
telah menyingkirkan dosa itu, Tuhan telah menghapuskan hukuman Anda.
Ingatlah selalu bahwa kemenangan atas dosa adalah
fakta di dalam Yesus Kristus bukan fakta kita. Yesus adalah satu-satunya
pribadi yang sanggup menyingkirkan dosa kita. kita tidak mampu, hanya Tuhan
yang mampu melakukannya. Setiap orang yang percaya kepada Kristus dosanya sudah
dihapuskan. Karena itu berulang kali dalam Injil Yohanes Tuhan Yesus meminta
kita mempercayai pekerjaan-pekerjaan yang telah Ia lakukan itu.
Banyak orang Kristen tidak menyadari akan kebenaran
ini bahwa “Yesus telah menghapus dosa mereka”, sehingga sampai hari ini mereka
masih berusaha menyingkirkan dosa yang
Yesus sudah singkirkan. Masih berusaha membayar hutang yang tidak bisa dibayar.
Padahal Yesus sudah membayar lunas! hutang Itu sudah selesai, tidak perlu lagi
dibayar. Mengapa masih ragu? Mengapa kitaa tidak mempercayai bahwa Tuhan telah
menyingkirkan dosa itu? jangan heran
bila hidup kita dalam kesukaran, kita tidak pernah mempunyai kekuatan untuk
keluar dari kebiasaan buruk dan akibatnya selalu menderita oleh dosa dan
kegagalan.
Ada pepatah mengatakan hujan sehari menghapus
kemarau setahun dan panas sehari menghapus hujan setahun. Seperti itulah yang
akan terjadi jika kita percaya dan menerima perjanjian dari Tuhan. Dosa yang
kita warisi dari nenek moyang kita, kebiasaan buruk yang melekat dan tidak bisa
dilepaskan selama bertahun-tahun, bahkan perpuluh-puluh tahun seketika juga
akan terlepas bila mempercayai fakta
yang telah Yesus Kristus selesaikan di kayu salib. Ia telah mempersembahkan
diriNya sebagai korban penghapus dosa. Ia telah menghapus dosa kita. kita tidak
akan mengalami pemulihan atas kepahitan, tidak akan menikmati kelimpahan
berkat, tidak akan melihat keajaiban dari kegagalan, tidak akan melihat mujizat
atas penyakit apabila kita tidak percaya bahwa dosa itu sudah disingkirkan.
Jika kita masih saja meragukan bahwa Tuhan belum menyingkirkannya maka dosa
akan selalu mengintimidasi dan mengrogoti iman kita.
Segerahlah bergerak untuk merespon dengan iman apa yang
Tuhan sudah lakukan bagi kita melalui pengorbanan kematian dan kebangkitanNya.
Itulah perjanjian kekal. Substansikan kebenaran Allah dalam fakta hidup kita.
Dengan percaya Yesus sudah datang mati
dan bangkit supaya melepaskan kita dari kegelapan dan dosa, maka kemurahan dan
kasih setia Tuhan akan tercurah melimpah. Yesus Kristus mengasihi kita. Ia ada
untuk menolong kita. Lihatlah dengan iman bahwa Yesus mau menolong kita. Jangan
meragukan janjiNya. Hanya Kristus yang sanggup mengubahkan hidup kita menjadi
baru.
“Jika masih saja
meragukan bahwa Tuhan belum menyingkirkan dosa Anda maka ia akan selalu
mengintimidasi dan mengerogoti iman Anda.”
Grace to you, by : Karter

Sangat memberkati, God bless bpk dan keluarga...
BalasHapusSangat memberkati, God bless bpk dan keluarga...
BalasHapusThank you brother, God always bless you and family
BalasHapus