MENGUATKAN KEPERCAYAAN
1 Samuel 30:6
“Dan Daud sangat terjepit, karena
rakyat mengatakan hendak melempari dia dengan batu. Seluruh rakyat itu telah
pedih hati, masing-masing karena anaknya laki-laki dan perempuan. Tetapi Daud menguatkan kepercayaannya
kepada TUHAN, Allahnya.”
Suatu kali Daud benar-benar
dalam keadaan yang terjepit; Dimana integritas Daud diragukan oleh raja-raja
Filistin dan disaat yang sama keluarganya dan seluruh keluarga para pengikutnya
ditawan oleh orang Amalek, rumah mereka dibakar dan harta mereka dijarah. Belum
selesai masalahnya disitu, seluruh pengikutnya menjadi pedih hati dan
bermufakat hendak melempari Daud dengan batu.
Kematian sedang
membayangi Daud. Ia seperti orang yang sudah kehilangan segala-galanya dengan
cara yang tidak terhormat. Kata “terjepit” dalam bahasa Ibrani disebut yâtsar’
- yaw-tsar’ (dalam bahasa inggris disebut be distressed) artinya
tertekan, berada dalam kesusahan atau menderita kesusahan.
Alkitab bersaksi
bahwa Daud sangat terjepit atau sangat menderita kesusahan. Keadaan ini
diceritakan Daud dalam Mazmur 31:10-11
“Kasihanilah aku,
ya TUHAN, sebab aku merasa sesak; karena sakit hati mengidaplah mataku,
meranalah jiwa dan tubuhku.
Sebab hidupku
habis dalam duka dan tahun-tahun umurku dalam keluh kesah; kekuatanku merosot
karena sengsaraku, dan tulang-tulangku menjadi lemah.. Aku telah hilang
dari ingatan seperti orang mati, telah menjadi seperti barang yang pecah..”
Daud mengambarkan dirinya dalam keadaan/kondisi sesak,
sakit hati, merana, kekuatannya merosot, tulang-tulangnya menjadi lemah, telah
hilang ingatan seperti orang mati, telah menjadi barang pecah dan orang-orang bermufakat hendak melenyakannya.
Seandainya Daud tidak memiliki Tuhan mungkin saja saat
itu Daud telah mendapat serangan jantung, jatuh pingsan dan mati. Namun apa yang menjadi rahasia Daud dapat
bertahan dalam tekanan yang hebat dan
tetap berjalan dalam kemenangan?
1. Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan Allahnya ( 1
Samuel 30:6)
Kata “menguatkan” dalam bahasa Ibrani
disebut Châzaq – Khawzak’, artinya untuk memperkuat, untuk memperbaiki,
untuk memulihkan atau juga sering disebut untuk mendesak diri berperilaku gagah
berani/tetap teguh. Daud tahu persis bahwa kepada siapa ia harus bersandar. Di saat ia lemah ia melihat Tuhan adalah kekuatannya. Sehingga dengan memandang kepada kekuatan dan kesanggupan Tuhan Daud menguatkan keyakinannya (kepercayaan). Saudara orang yang kuat adalah orang yang tidak kehilangan pengharapannya. Seseroang yang memiliki segala-galanya bisa kehilangan segala-galanya jika ia putus asa dan tidak memiliki pengharapan. Namun seseorang yang tetap memiliki pengharapan meskipun dalam kesukaran hebat, ia akan mendapatkan kembali semua yang hilang itu.
Jika keadaan semua hancur namun kita tetap menguatkan hati, untuk tetap berdiri teguh itu namanya Châzaq.
Jadi Châzaq adalahkeadaan dimana Daud menjadi lemah namun dia tidak mengikuti
arah kelemahan itu dan tidak membiarkan kekuatan kekuatan ketakutan menjajah
pikirannya. Alkitab berkata Daud “Châzaq”
kepercayaannya kepada Tuhan. Daud menguatkan kepercayaanya kepada Tuhan. Saat Tuhan menjadi kekuatannya maka tindakannya melampaui batas kekuatannya, hasilnya adalah Ia mampu keluar dari situasi terjepit, dari kesusahan besar.
2. Daud Datang meminta petunjuk Tuhan (1 Samuel 30:7,8)
Meminta petunjuk Tuhan adalah tindakan iman yang selalu Daud lakukan. Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita harus biasakan
untuk meminta petunjuk kepada Tuhan dalam segala tindakan yang akan kita lakukan.
3. Daud bertindak dalam iman sesuai Firman Tuhan (1 Samuel
30:9,18)
Banyak orang berkata beriman, namun segala tindakannya bertupuh kepada kesanggupan diri sendiri. Yang Tuhan inginkan bahwa
semu tindakan kita haruslah bertumpuh kepada kepada firman Tuhan. Kebenaran Firman adalah fakta kebenaran yang bukan hanya sebatas retorika namun akan menjadi fakta nyata. Saat Daud bertindak dengan iman sesuai Firman Tuhan, maka dia sanggup mengejar orang Amalek yang telah menjarah dan menculik semua perempuan dan anak-anaknya dan para pengikutnya. ia mampu berjalari dan tak menjadi lelah, berperang dan tak menjadi kalah, serta menyelamatkan seluruh tawanan dan jarahan dari tangan orang Amalek.
Apakah Saudara hadapi saat ini dan engkau sedang dalam
tekanan yang hebat sampai-sampai tidak mampu bertahan. Ingat kita memang tidak
mampu namun belajarlah seperti Daud yang
percayai bahwa ada Tuhan yang sanggup, yang hadir menolongnya dan memberi
kemenangan. Masalah pasti datang tapi jangan takut dalam Tuhan Yesus kita pasti
menang. (KR)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar yang positif, mengubah cara pandang dari yang salah kepada yang benar, memberikan masukan yang membangun blog ini.