Yohanes 12:20-23
“…Barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal…”
Apakah Anda
orang yang begitu mencintai nyawa Anda melebihi mencintai Tuhan? Jika demikian maka
Anda sedang memanipulasi Tuhan untuk kepentingan diri sendiri. Kelihatannya seperti mempersembahkan hidup Anda untuk Tuhan namun ternyata tidak demikian, yang dikejar adalah kepentingan diri sendiri bukan kepentingan Tuhan.
Buahnya pasti
kelihatan, jika mencintai nyawa maka dengan sendirinya tidaklah
serius untuk mempersiapkan dan memelihara hidup Anda untuk kemuliaan Tuhan. Kehidupan
pribadi Anda akan rentan dengan sikap tersingung, kecewa, iri hati,
perselisihan karena Anda masih hidup di dalam daging dan memperjuangkan kepentingan diri sendiri dari pada menyatakan kehendak Tuhan.
Tuhan Yesus
dengan jelas berkata, “…Barangsiapa
tidak mencintai nyawanya di dunia ini,
ia akan memeliharanya untuk hidup
yang kekal…” artinya jika kita tidak
mencintai nyawa sendiri atau dapat disamakan jika kita mengasihi Tuhan melebihi
nyawa kita sendiri, maka kita pasti akan berusaha untuk mempersiapkan hidup ini dan memeliharanya untuk kehidupan yang kekal.
Disinilah kita harus mengerti bahwa mengikuti Tuhan ada yang harus dipersiapkan. Untuk
memulainya Tuhan Yesus menjelaskan hal itu dengan menganalogikan kehidupan yang
baru ibarat biji gandum, “jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati,
ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah”
(ay.24). Demikian jugalah dengan hidup kita, jika segenap
tubuh, jiwa dan roh dipersembahkan kepada Tuhan maka hidup kita akan diubah Tuhan menjadi tanah yang baik untuk menghasilkan
buah yang banyak.
Manusia lama
dalam diri kita harus dimatikan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ketika itu
terjadi maka akan membuka jalan bagi kuasa Roh Kudus untuk berkuasa dan
mengerjakan perkara-perkara yang ajaib melalui hidup kita. Sehingga kita pun dengan rela mempersiapkan hidup ini demi kepentingan kehendak dan kemuliaan Tuhan. Mental kita akan menjadi kuat,
sebab kita hidup bukan lagi seperti orang dunia yang melihat kepada kenyataan fisik namun kita hidup dalam dimensi Roh Kudus, dipimpin dalam kehendak Roh Kristus.
Fakta kehadiran
Roh Kudus dalam diri kita akan mengubahkan hidup kita menjadi manusia yang
baru; dulunya begitu sulit untuk mengikuti petunjuk Yesus, sekarang hal
itu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi kita. Dulunya melayani begitu berat,
namun sekarang pelayanan merupakan bagian dari gaya hidup kebenaran. Dulunya mencintai nyawa namun sekarang mencintai Tuhan. Jadi fakta akan kehadiran Roh Kudus dalam
hidup kita akan mengubah kelemahan menjadi kekuatan untuk memenuhi
panggilan Tuhan dan aksesnya tentunnya dimulai dengan percaya, menyerahkan hidup kepadanya dan mendengarkan FirmanNya. (KR)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar yang positif, mengubah cara pandang dari yang salah kepada yang benar, memberikan masukan yang membangun blog ini.