1 Petrus 1:21
Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah
memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu tertuju kepada Allah.
Pada
tahun 1957, Letnan David Steeves berjalan keluar dari Pegunungan Sierra di
Nevada, Kalifornia, setelah 54 hari pesawat jet pelatih Air Force-nya
menghilang. Ia menceritakan kisah yang tak masuk akal tentang bagaimana ia
bertahan hidup di belantara bersalju setelah terjun dengan parasut dari
pesawatnya yang mati mesin.
Sebelum
ia menunjukkan bahwa dirinya masih hidup, sebenarnya secara resmi ia dinyatakan
telah mati. Saat penyelidikan selanjutnya gagal menemukan bangkai pesawat,
Steeves dianggap berbohong dan ia dipaksa mengundurkan diri karena ceritanya
diragukan. Lebih dari 20 tahun kemudian, kisahnya terbukti dengan ditemukannya
bangkai pesawat oleh sebuah regu Pramuka.
Kisah
kehadiran Yesus di dunia ini yang terjadi berabad-abad lalu juga masih
kontroversial sampai saat ini. Allah yang menjadi manusia, hidup
ditengah-tengah manusia, melakukan berbagai mujizat dan keajaiban, ditolak oleh
manusia, mati di kayu salib dan bangkit dari antara orang mati untuk menebus
dosa manusia bagi kebanyakan orang adalah peristiwa yang mustahil untuk
dipercaya.
Iblis
tahu bahwa jika mata kita tertuju kepada Tuhan Yesus yang telah mati dan bangkit
maka segala tipu daya dan jeratnya dalam kehidupan kita dengan sendirinya
terlepas dan ia tidak Tidak mempunyai kuasa apa-apa lagi. Karena itu berbagai
cara ia munculkan untuk mendustai akan peristiwa kematian dan kebangkitannya. Dan
bila manusia tertipu maka ia tidak akan beroleh keselamatan atas kehidupan
kelak sesudah ia mati.
Kematian
dan kebangkitan Yesus adalah peristiwa satu-satunya jalan keluar dari hukuman
dosa untuk memperoleh kehidupan yang kekal dan juga kehidupan yang diubahkan
dari yang jahat menjadi baik. Oleh kematian dan kebangkitan Yesus maka kita memperoleh pengampunan dosa supaya kita terlepas dari
kegelapan yang menguasai hidup kita.
Tuhan menghendaki agar hidup kita yang
dahulu tertuju kepada keinginan duniawi berbalik tertuju kepada Tuhan Yesus
Kristus. Dengan mata yang tertuju kepada Tuhan
Yesus Kristus maka kegelapan tidak lagi mencengkram kita. Ketakutan dan segala
persoalan serta pergumulan hidup bukan lagi menjadi semacam teror dalam hidup
kita, karena kita percaya bahwa Tuhan Yesus adalah kemenangan hidup kita dan
oleh kasih karuniaNya segala sesuatu yang kita alami akan mendatangkan kebaikan.
Jadi sahabatku makna utama di dalam kita memperingati jumat Agung adalah supaya manusia yang berdosa tertuju kepada Allah yang telah mati dan bangkit
untuk menebus hidup kita dari kegelapan,
mengampuni dosa kita dan membenarkan hidup kita di dalam Yesus. Dengan mata
tertuju kepada kita Allah maka kita
beroleh kasih karunia untuk hidup akrab dengan Allah dan menikmati segala apa
yang Ia janjikan dalam firmanNya. Berjalan dalam kemenangan yang Tuhan sediakan. (KR)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Silahkan memberikan komentar yang positif, mengubah cara pandang dari yang salah kepada yang benar, memberikan masukan yang membangun blog ini.