Rabu, 31 Mei 2017

SONG : Betapa Besar kasihMu


Song Sefania Riatha - Liryc Karter Jimmy

Di saat kita merasa sendiri dan terluka, tenggelam dalam rasa duka yang dalam. Kegelapan begitu mencekam membuat kita tidak berdaya dan tak mampu untuk menerima segala perbuatan orang lain terhadap diri kita apa lagi melepaskan pengampunan, itu sangat tidak mungkin.

Namun kala ketidaksanggupan kita di bawah kepada Kristus, Ia menyalibkannya di kayu salib, memeluk erat kita dengan  penuh kasih sayang, memulihkan hati kita yang terluka,  menganti ketidaksanggupan kita dengan kesanggupan Kristus yang sudah terlebih dahulu mengampuni sehingga kita pun beroleh kesanggupan untuk mengampuni dan bebas dari rasa luka dan duka yang dalam. besar kasih sayang Tuhan Yesus akan mendorong kita dengan tulus hati menjadi alat kasih Tuhan kepada sesama. Selamat Menikmati Lagunya, God always love you!

Love And Peace
By Karter

KISAH INSPIRATIF : Suapan Yang Berharga


Saat segalanya berjalan sesuai dengan harapan sangat mudah bagi kita untuk bersukacita, namun bagaimana bila harapan kita tidak terjadi, justru sebaliknya semakin buruk? Apakah kita dapat bersukacita dan terus mempercayai bahwa Tuhan bisa mengendalikan situasi tersebut? Seharusnya jawabannya adalah “Ya”. Mengapa? Sebagai orang yang percaya kepada Tuhan kita harus memiliki kepercayaan bahwa segala sesuatu yang telah kita serahkan kepada Tuhan itu akan berada di dalam kendali Tuhan, dan sudah pasti semua yang berada dalam kendali Tuhan tidak akan pernah lepas kendali.

Terlalu sering kita berpikir sama seperti orang-orang pada umumnya. Kita yang percaya kepada Tuhan seharusnya memiliki respon dan cara berpikir yang berbeda dari yang lainnya dalam menghadapi masalah. Kenyataan yang terjadi, terkadang kita tidak bisa membedakan mana orang yang percaya kepada Tuhan dan mana yang tidak; mana yang merespon dengan iman dan yang merespon dengan emosi.


Ketika saya berada di RS. Kanker Darmais dan menunggu istri saya yang masih dirawat di ruangan ICU[1], saya mendengar kabar buruk dari beberapa pasien yang berada diruangan ICU tempat yang sama dengan istri saya dirawat. Mereka berasal dari berbagai daerah ada yang dari Tanjung Pinang, Banten, Padang, Medan. Belum sampai 24 Jam istri saya di rawat di ICU, satu persatu pasien-pasien tadi dikabarkan telah meninggal.

Saya tahu istri saya telah sadar ketika ia dipindahkan ke ruangan ICU. Namun saya belum bisa diijinkan masuk ke dalam untuk menemuinya, dia masih diisolasi dan saya hanya bisa melihatnya dari kaca. Nampak tubuhnya kaku tidak berdaya. Ia dibaringan di tempat tidur dengan banyaknya selang yang melekat ke tubuhnya. Melihat kenyataan itu, indera penglihatan saya langsung kontak dengan hati saya, ada suatu perasaan gelisah yang mulai menyelubungi pikiran saya, “Tuhan, ternyata setelah operasi perjuangan kami belum selesai”. Hanya beberapa saat saja saya bisa melihat dia dari kaca, setelah itu petugas menutup kaca itu. Tidak lama setelah itu, saya mulai mendengar kabar-kabar kematian, mereka yang dirawat diruangan ICU bersama-sama dengan Hermin, satu persatu menemui ajalnya. Keadaan yang saya lihat dari jendela dan Informasi kabar buruk yang telah saya dengar mulai mengrogoti ketenangan saya.

Sepertinya rasa gelisa datang dengan sendirinya. Saya memejamkan mata saya dan berusaha menenangkan diri dengan berdoa. “Tuhan, saya percaya istri saya baik-baik saja, saya mohon Engkau memulihkan dia dengan cepat. Segala sesuatu yang tidak normal di dalam kepalanya, di dalam seluruh tubuhnya, biarlah oleh bilur-bilur Tuhan Yesus menjadi normal kembali, menjadi sembuh.”  Peperangan dipikiran begitu kuat. Rasanya tidak mudah menyingkirkan kegelapan yang sementara menancapkan kakinya di kepala saya. Kata-kata kematian mulai membayangi pikiran ini. Jantung saya tanpa diperintahkan mulai berdetak lebih kencang. Saat saya berdiam suara itu makin kuat berbicara. Kabar kematian beberapa pasien saat itu benar-benar menganggu saya. Roh saya mulai bangkit dan memperkatakan iman. Saya kemudian menolak kegelapan ini dan mulai memperkatakan iman, Di dalam nama Tuhan Yesus saya percaya istri saya sudah sehat, sudah pulih, sudah sembuh. Dengan berdoa dan memperkatakan iman, membantu saya untuk dapat menenangkan diri. Sampai jantung saya berdetak kembali dengan normal.

Akhirnya kini giliran saya dipanggil suster, “Keluarga ibu Hermin”, seru suster tersebut. “Saya suster”, sahut saya. “Bapak, suaminya”, tanya ya. “Iya, benar suster” jawab saya. “Ibu mau makan, ia meminta suaminya untuk menyuapnya.” Katanya. “Puji Tuhan” seru saya kegirangan.

Anda tahu bagaimana girangnya hati saya? Jika Anda mengerti betapa mengerikannya kabar buruk maka Anda akan mengerti betapa indahnya kabar baik. Setelah mendengar berita-berita yang buruk, saya mendengar kabar yang baik. hati saya gembira sungguh tidak terkatakan. Saat saya melihat istri saya diruangan ICU, saya tidak bisa menahan air mata saya, saya begitu emosional, apa lagi saya masih sempat menyaksikan kesibukan petugas-petugas di ruangan ICU yang sedang memindahkan salah satu pasien yang baru saja meninggal dunia. Rasa-rasanya menyuap kekasih hati saya, diruangan ICU begitu sangat berharga, dan itu adalah anugerah yang indah yang Tuhan berikan bagi saya dan keluarga saya...

PESAN PENTING UNTUK PARA SUAMI!

Pesan saya kepada para suami, cintailah istrimu dikala sehat. Mungkin saat ini dia kelelahan dan menantikan dirimu untuk menyegarkan dirinya. Jangan katakan engkau tidak memiliki waktu untuknya, saat inilah waktu yang tepat  dan merupakan sebuah kesempatan yang berharga  supaya Anda memberikan perhatian-perhatian yang kecil tetapi sungguh berarti. Contohnya seperti mengajak dia makan malam, mengajak dia bercanda, memperlakukan dia dengan penuh kasih sayang dengan memberikan pelukan hangat dan lain sebagainya. Untuk sesaat letakkan egomu dan kepentinganmu, fokus Anda hanya untuk membuat istrimu bergembira. Dia pasti tidak akan melupakan kejadian yang sangat berharga itu. Selain itu dengan penuh sukacita iya akan melayani suaminya dan anak-anaknya. Jangan menunggu dia sakit baru engkau memberikan perhatian, saat inilah waktu yang tepat ketika dia sehat itu jauh lebih bermanfaat.

"Jika Anda mengerti betapa mengerikannya kabar buruk maka
Anda akan mengerti betapa indahnya kabar baik;
suapan itu sangat berharga"!

BERSAMBUNG.... Part 2 : Tumor Otak Telah membuat dia sakit kepala tiap hari, membutakan kedua matanya, ingatannya  mulai hilang dia lupa dia sakit, kelumpuhan menyerang, bicaranya mulai bisa.... dia menulis lagu yang indah... STILL BELIEVE

With Pray And Love
By: Karter


[1] ICU Atau ICCU (Intensive Care Unit/Intensive Cardiac Care Unit) adalah layanan rumah sakit yang memberikan asuhan keperawatan secara terkosentrasi dan lengkap. Unit ini memiliki tenaga perawat yang terlatih khusus dan berisi peralatan pemantauan dan dukungan khusus untuk pasien yang membutuhkan perawatan dan observasi intensif dan komprehensif, karena syok, trauma, atau kondisi yang mengancam jiwa (www.kamuskesehatan.com/arti/icu).

Selasa, 30 Mei 2017

MOTIVASI : Memulai Dititik Kemampuan Awal


Setiap orang diciptakan Tuhan unik dengan beragam kemampuan. namun jika seseorang itu tidak mengukur dirinya dan memulai dimana  titik kemampuannya itu maka tidak akan ada pekerjaan atau karya yang besar yang akan tercipta. Ukuran sesuatu itu penting, namun ukuran itu bukan untuk menentukan dimana Anda harus berada tetapi dimana Anda harus memulainya.



Berpikirlah beda, saat Anda dengan rendah hati mengukur diri Anda dalam hal kepintaran, kemampuan dan keterampilan itu bukanlah untuk mematok standart Anda, tetapi justru Anda akan mengetahui itulah kemampuan yang nampak. Dititik kemampuan itulah Anda harus memulai sesuatu, apakah sesuatu itu adalah pekerjaan, talenta yang Anda miliki, atau karya yang akan Anda hasilkan.



Selain kemampuan yang nampak, ada juga kemampuan yang tidak nampak yaitu potensi yang belum Anda temukan atau gali keluar. Ini adalah potensi besar yang tersimpan, namun masih diupayakan dan dilatih. Ingat potensi ini biasanya jauh lebih besar dari apa yang nampak. Saat Anda memulai dititik nampak kemampuan Anda maka potensi yang tidak nampak akan muncul untuk semakin memperbesar apa yang nampak.



Jadi adalah hal yang wajar Anda mengukur diri Anda melalui kemampuan yang lahiriah yang nampak. Semua itu untuk membantu Anda memulai sesuatu. Jadi apa yang Anda tunggu, lihat dititik mana Anda harus sanggup mulailah dari situ, selebihnya serahkan kepada anugerah Tuhan untuk membantu Anda mengembangkan kemampuan itu menembus batas.

RENUNGAN : Harta Kesayangan

Text Box: RENUNGKANLAH:
- Orang percaya adalah harta kesayangan Tuhan di dalam Yesus Kristus.
- Mendengar Firman/Injil Kristus dan percaya kepada janji Tuhan membuat Anda menikmati perlakuan istimewa dari Tuhan

1 DAY – 1 NEWS- 10 MINITS 
- Ceritakanlah hari ini, kabar baik yang telah Anda terima selama sepuluh menit, kepada diri Anda sendiri, saudara dan sesame Anda.

POKOK DOA
- Doakan orang yang telah Anda sampaikan kabar baik .

JALANILAH HARI INI DENGAN MENYADARI ANDA ADALAH 
HARTA KESAYANGAN TUHAN
Keluaran 19:1-25
“Jadi sekarang, jika kamu sungguh-sungguh mendengarkan fiman-Ku dan berpegang pada perjanjian-Ku, maka kamu akan menjadi harta kesayangan-Ku sendiri dari antara segala bangsa, sebab akulah yang empunya seluruh bumi.” (ay.5)

Pernakah Anda melihat seorang wanita memperlukan kalung berliannya. Tentunya dia akan merawatnya, menjaganya dengan baik, memperlakukan hartanya itu dengan cara yang istimewa. Janji Tuhan kepada orang Israel adalah juga untuk orang percaya. Tuhan menginginkan agar kita menjadi harta kesayangannya dengan syarat yang mudah, yakni dengar firmanNya dan pegang janjiNya. Jika dua hal ini kita lakukan maka fakta menjadi harta kesayangan Tuhan menjadi nyata dalam hidup kita.

Menjadi harta kesayangan Tuhan itu berarti kita akan menerima segala perlakuan yang istemewa dari Tuhan; Dirawat dengan baik, dijaga supaya aman, dan dipastikan menerima segala yang terbaik. Namun perhatikan apa yang terjadi dengan Israel hendaknya menjadi pelajaran penting bagi kita.

Tuhan hanya meminta syarat yang mudah yakni dengar firmanNya dan pegang janjiNya. Tetapi umat Tuhan dengan gagahnya mereka menjawab, “Segala yang difirmankan Tuhan akan kami lakukan” (ay.7). Jawaban mereka itu menunjukkan kebanggaan dan keangkuhan pribadi mereka. Seharusnya bangsa itu menjawab perintah Tuhan itu dengan dua kata saja, “ya kami akan mendengar apa yang Tuhan firmankan dan berpegang pada perjanjian Tuhan”. Saat Tuhan mendengar jawaban mereka, di gunung itu Tuhan memberikan hukum Taurat kepada bangsa Israel melalui Musa.

Sesuai dengan janji mereka, jika sanggup melakukan perintah Tuhan maka akan menjadi harta kesayangan-Nya. Ternyata orang Israel gagal melakukan perintah Tuhan. Pada masa anugerah ini, kegagalan kita untuk melakukan hukum Taurat telah ditebus oleh Yesus Kristus. Sehingga kita layak menjadi harta kesayangan Tuhan karena Yesus Kristus.

Dan sebagai harta kesayangan Tuhan pahamilah kebenaran ini, agar kita menerima semua perlakuan Tuhan yang istemewa dengarkanlah Injil Kristus dan pegang (percaya) janjiNya, maka Anda akan melihat fakta itu menjadi nyata. by: karter
 

SPIRIT GRACE

Kemuliaan Tuhan Telah Dipulihkan Bagi Anda

 *Kemuliaan Tuhan Telah Dipulihkan Bagi Anda* Yohanes 17:22 (TB)  Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepa...