Sabtu, 11 April 2020

MAKNA KEBANGKITAN YESUS


Roma 8:34                                                       
“Kristus Yesus, yang telah mati bahkan lebih lagi: yang telah bangkit, yang juga duduk disebelah kanan Allah, yang malah menjadi pembelah kita”

Kebangkitan adalah peristiwa yang penting sesudah pengorbanan Yesus Kristus di kayu salib. Tanpa kebangkitan Yesus Kristus maka kematianNya menjadi sia-sia. Kebangkitan Yesus Kristus menegaskan bahwa setiap orang yang mati di dalam dosa tidak akan beroleh maut namun sebaliknya akan dibangkitkan bersama-sama dengan Kristus dan memiliki kehidupan dan kelimpahan di dalam Yesus Kristus.

Kematian Yesus Kristus menunjuk kepada korban yang sempurna dimana hukuman dosa, maut dan kematian yang mengerikan yang harus diterima oleh manusia, termasuk Anda dan saya  sudah digantikan oleh Yesus Kristus. Harusnya kita yang dihukum mati, tetapi dosa kita ditimpahkan kepadaNya.

Mengapa? Karena kita tidak bisa hidup menuruti standart kekudusan dan kebenaran Tuhan. Tuntutan untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan  itu dipenuhi di dalam Yesus Kristus. Sehingga pengorbanan Yesus Kristus adalah satu-satunya jalan untuk melepaskan kita dari hukuman dosa. Tetapi karya Yesus Kristus tidak sampai hanya kepada pengorbanan yaitu kematian, namun Dia harus bangkit untuk menujukkan kepada manusia Ia bukan hanya menebus dosa kita  tetapi Ia juga memberikan kemenangan atas kita untuk hidup berkuasa atas dosa, hidup di dalam kehidupan manusia baru yakni di dalam Yesus Tuhan. Dengan demikian makna  kebangkitan mengubah kematian menjadi karya penyelamatan. Mengubah maut menjadi kemenangan. Mengubah bencana menjadi berkat.

Bila Anda memahami kebenaran ini maka, Anda akan menjalani kehidupan yang berkemenangan. Penindasan atau kesesakan atau penganianyaan, kelaparan atau ketelanjangan, bahaya atau pedang bukanlah sesuatu yang mengerikan bagi Anda.  Karena Yesus menjamin, melindungi dan menjaga Anda sampai selama-lamanya.

Saya tidak mengatakan ketika kita percaya Yesus Kristus sebagai Tuhan lalu tidak ada lagi persoalan, bahaya, penindasan, kekurangan. Semua itu masih akan kita alami, namun justru ketika kita mengalami persoalan kita akan melihat kebaikan Tuhan. Ketika kita mengalami bahaya kita akan tahu bahwa kuasa Yesus menyertai kita. Ketika kita sakit dan dianiaya kita akan mengalami kuasa penghiburan dan kuasa kesembuhan. Ketika kita kekurangan, kita akan melihat kasih karunia Yesus yang memenuhi kekurangan itu. Pada intinya Kristus telah bangkit sehingga membuka jalan bagi kita agar di dalam kasih dan kuasaNya kita berjalan dari kemenangan yang satu kepada kemenangan yang lainnya. 

Jumat, 10 April 2020

DIUTUS UNTUK MEMBANGUN

YEREMIA 1:10
                                                         
“Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam."

Kebanyakan anak muda cenderung  bergaul hanya dengan teman-teman sebayanya, dan menghabiskan waktu untuk bersenang-senang. Sangat sulit untuk mengajak dia melakukan sesuatu yang  mengandung  risiko tinggi seperti sikap penolakan atau sesuatu yang membahayakan keselamatan dirinya. Kecuali hal-hal yang memang merupakan hobi dan menyangkut kesenangannya.

Luar biasa, ada seseorang  yang masih muda namanya Yeremia merespon dan menerima tugas pengutusan dari Allah yang penuh dengan resiko. Yeremia bukan hanya sekedar dipanggil untuk memberitakan firman Tuhan, tetapi juga dia mendapat tugas khusus yaitu: Ketahuilah, pada hari ini Aku mengangkat engkau atas bangsa-bangsa dan atas kerajaan-kerajaan untuk mencabut dan merobohkan, untuk membinasakan dan meruntuhkan, untuk membangun dan menanam(Yer. 1:10). Pengutusan Allah tersebut mengandung suatu tugas yang sangat berat, berbahaya dan memiliki lingkup area  yang sangat luas bagi bangsa-bangsa sekitar Israel.

Nabi Yeremia tidak hanya dipanggil untuk memberitakan firman kepada umat Israel saja, tetapi juga dia harus membangun umat dan bangsa-bangsa melalui pewartaan suara kenabian dan firman Allah yang dapat membinasakan dan meruntuhkan kerajaan-kerajaan.  Bayangkan saja saudaraku, ketika Yeremia menyampaikan kebenaran-kebenaran hati raja dan bangsa Israel benar-benar menjadi marah karena ia bernubuat melawan arus keinginan mereka. Sehingga Yeremia pun mengalami penganiayaan dan dipenjarakan.

Sahabatku, kita harus menyadari bahwa setiap orang yang percaya diutus kedalam dunia ini sebagai alat ditangan untuk membangun kehidupan rohani yang lebih baik lagi mulai dari keluarga, gereja dan kota (bangsa). Namun masing-masing kita mempunyai tugas-tugas spesifik. Ada yang bekerja sebagai buru, pengusaha, guru, pengacara, pejabat pemerintahan,   dsb. Melalui bidang-bidang pekerjaan itulah kita harus mewartakan kebenaran untuk membangun ehidupan yang lebih baik. Kalau salah katakana salah, benar- katakana benar. Kalau kita salah berani untuk mengaku salah, sebaliknya kalau kita benar punyalah sikap untuk mengampuni.

Memang dalam hal ini ada harga yang harus kita bayar saat kita mewartakan kebenaran. Ketika kita menyingkapkan kesalahan dan menegur kesalahan itu, kita tidak akan disukai tetapi jangan goyah kita mempunyai misi yang jelas untuk membangun kehidupan seseorang, keluarga, gereja, masyarakat untuk menjadi lebih baik. Karena itu sama seperti Yeremia Ia disertai Tuhan kita pun akan disertai Tuhan kita akan melihat kuasaNya dinyatakan. (KR)

MEMPERSIAPKAN HIDUP

Yohanes  12:20-23
                                                     
“…Barangsiapa tidak mencintai nyawanya di dunia ini, ia akan memeliharanya untuk hidup yang kekal…”

Apakah Anda orang yang begitu mencintai nyawa Anda melebihi mencintai Tuhan? Jika demikian maka Anda sedang memanipulasi Tuhan untuk kepentingan diri sendiri. Kelihatannya seperti mempersembahkan hidup Anda untuk Tuhan namun ternyata tidak demikian, yang dikejar adalah kepentingan diri sendiri bukan kepentingan Tuhan.

Buahnya pasti kelihatan, jika mencintai nyawa maka dengan sendirinya tidaklah serius untuk mempersiapkan dan memelihara hidup Anda untuk kemuliaan Tuhan. Kehidupan pribadi Anda akan rentan dengan sikap tersingung, kecewa, iri hati, perselisihan karena Anda masih hidup di dalam daging dan memperjuangkan kepentingan diri sendiri dari pada menyatakan kehendak Tuhan.

Tuhan Yesus dengan jelas berkata, “…Barangsiapa  tidak mencintai nyawanya di dunia ini,  ia akan memeliharanya  untuk hidup yang kekal…”  artinya jika kita tidak mencintai nyawa sendiri atau dapat disamakan jika kita mengasihi Tuhan melebihi nyawa kita sendiri, maka kita pasti akan berusaha untuk mempersiapkan hidup ini dan memeliharanya untuk kehidupan yang kekal.

Disinilah kita harus mengerti bahwa mengikuti Tuhan ada yang harus dipersiapkan. Untuk memulainya Tuhan Yesus menjelaskan hal itu dengan menganalogikan kehidupan yang baru ibarat biji gandum, “jikalau biji gandum tidak jatuh ke dalam tanah dan mati, ia tetap satu biji saja; tetapi jika ia mati, ia akan menghasilkan banyak buah” (ay.24). Demikian  jugalah dengan hidup kita, jika segenap tubuh, jiwa dan roh dipersembahkan kepada Tuhan maka hidup kita akan diubah Tuhan menjadi tanah yang baik untuk menghasilkan buah yang banyak.

Manusia lama dalam diri kita harus dimatikan di dalam Tuhan Yesus Kristus. Ketika itu terjadi maka akan membuka jalan bagi kuasa Roh Kudus untuk berkuasa dan mengerjakan perkara-perkara yang ajaib melalui hidup kita. Sehingga kita pun dengan rela mempersiapkan hidup ini demi kepentingan kehendak dan kemuliaan Tuhan.  Mental kita akan menjadi kuat, sebab kita hidup bukan lagi seperti orang dunia yang melihat kepada kenyataan fisik namun kita hidup dalam dimensi Roh Kudus, dipimpin dalam kehendak Roh Kristus.

Fakta kehadiran Roh Kudus dalam diri kita akan mengubahkan hidup kita menjadi manusia yang baru; dulunya begitu sulit untuk mengikuti petunjuk Yesus, sekarang hal itu menjadi sesuatu yang menyenangkan bagi kita. Dulunya melayani begitu berat, namun sekarang pelayanan merupakan bagian dari gaya hidup kebenaran. Dulunya mencintai nyawa namun sekarang mencintai Tuhan. Jadi fakta akan kehadiran Roh Kudus dalam hidup kita akan mengubah kelemahan  menjadi kekuatan untuk memenuhi panggilan Tuhan dan aksesnya tentunnya dimulai dengan percaya, menyerahkan hidup kepadanya dan mendengarkan FirmanNya. (KR)

KUASA PERSEKUTUAN DALAM YESUS

                                                              
Kolose 2:6-7
Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. Hendaklah kamu berakar di dalam Dia  dan dibangundi atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur”(ay.6,7)

Memiliki kehidupan baru dalam Yesus menyebabkan kita tidak mempunyai tembok penghalang untuk persekutuan dengan Tuhan. Sebab kita telah berada di dalam Kristus dan Roh-Nya berdiam di dalam kita. Jika kita mengerti bahwa menerima Yesus sebagai Tuhan telah mengubah hidup kita yang lama menjadi baru di dalam kuasaNya maka untuk dapat menghasilkan buah-buah Roh kita harus memberi waktu prioritas bersekutu dengan Kristus.

Hal itu penting karena di dalam persekutuan dengan Kristus, kuasa Roh Kudus selalu aktif mempimpin hidup kita dan menolong kita di dalam setiap kesukaran, tantangan dan cobaan untuk membuat kita tetap berada di dalam Kristus, berakar  di dalam Kristus, bertumbuh di dalam Dia, bertambah teguh dalam iman dan hidup kita melimpa dengan syukur (ay.6,7).

Dunia ini sudah dipenuhi dengan segala kepalsuan, termasuk ajaran-ajaran yang sepertinya penuh hikmat dan kesalehan namun ternyata itu hanyalah filsafat atau ajaran yang tidak berdasarkan kebenaran Kristus yang hanya bertujuan untuk menyesatkan. Kita harus mengerti bahwa semua tindakan manusia digerakkan oleh pengetahuan yang ia terima. Bila pengetahuan itu adalah benar maka tindakannya pun menjadi benar. Mengetahui Rahasia Allah, yakni Kristus akan membuat kita memilki pengetahuan yang benar dan bertindak dengan benar. Karena itu jika Kristus sebagai rahasia Allah tidak kita kenal maka sangat dimungkinkan kita bertindak dengan cara kita atau cara dunia. Kuasa dunia akan mempengaruhi kita begitu kuat untuk mengendalikan perbuatan dan pekerjaan kita.

Karena itu jangan heran jika banyak orang Kristen yang  tidak mempunyai kuasa untuk menanggalkan kehidupan yang lama, terseret dengan arus duniawi, tidak berakar, tidak bertumbuh, tidak kuat di dalam iman kepada Krisstus, serta hatinya penuh dengan keluh kesah bukan syukur, mementingkan diri sendiri, penyebabnya karena tidak mengenal rahasia Allah yakni pribadi Kristus itu sendiri.

Alkitab mengatakan bahwa  di dalam Kristus  tersembunyi segala hikmat dan pengetahuan (ay.3). Kuasa persekutuan dengan Kristus akan membawa kita memiliki hikmat itu sehingga hidup kita tidak akan mudah diperdayai oleh pengetahuan yang salah. Dalam kitab Ibrani 1:3 ditegaskan bahwa melalui firmanNya (Kristus) segala sesuatu di topang, termasuk kehidupan kita selama di dunia ini. Kita kuat, bertumbuh, dan dapat mengalami kemenangan atas setiap kesukaran, masalah dan tantangan karena kuasa persekutuan di dalam Kristus Yesus melalui firmanNya. (KR)

Rabu, 08 April 2020

TERTUJU KEPADA ALLAH

TERTUJU KEPADA ALLAH                        
1 Petrus 1:21                              
 Oleh Dialah kamu percaya kepada Allah, yang telah membangkitkan Dia dari antara orang mati dan yang telah memuliakan-Nya, sehingga imanmu dan pengharapanmu  tertuju kepada Allah.


Pada tahun 1957, Letnan David Steeves berjalan keluar dari Pegunungan Sierra di Nevada, Kalifornia, setelah 54 hari pesawat jet pelatih Air Force-nya menghilang. Ia menceritakan kisah yang tak masuk akal tentang bagaimana ia bertahan hidup di belantara bersalju setelah terjun dengan parasut dari pesawatnya yang mati mesin.

Sebelum ia menunjukkan bahwa dirinya masih hidup, sebenarnya secara resmi ia dinyatakan telah mati. Saat penyelidikan selanjutnya gagal menemukan bangkai pesawat, Steeves dianggap berbohong dan ia dipaksa mengundurkan diri karena ceritanya diragukan. Lebih dari 20 tahun kemudian, kisahnya terbukti dengan ditemukannya bangkai pesawat oleh sebuah regu Pramuka.

Kisah kehadiran Yesus di dunia ini yang terjadi berabad-abad lalu juga masih kontroversial sampai saat ini. Allah yang menjadi manusia, hidup ditengah-tengah manusia, melakukan berbagai mujizat dan keajaiban, ditolak oleh manusia, mati di kayu salib dan bangkit dari antara orang mati untuk menebus dosa manusia bagi kebanyakan orang adalah peristiwa yang mustahil untuk dipercaya.

Iblis tahu bahwa jika mata kita tertuju kepada Tuhan Yesus yang telah mati dan bangkit maka segala tipu daya dan jeratnya dalam kehidupan kita dengan sendirinya terlepas dan ia tidak Tidak mempunyai kuasa apa-apa lagi. Karena itu berbagai cara ia munculkan untuk mendustai akan peristiwa kematian dan kebangkitannya. Dan bila manusia tertipu maka ia tidak akan beroleh keselamatan atas kehidupan kelak sesudah ia mati. 

Kematian dan kebangkitan Yesus adalah peristiwa satu-satunya jalan keluar dari hukuman dosa untuk memperoleh kehidupan yang kekal dan juga kehidupan yang diubahkan dari yang jahat menjadi baik. Oleh kematian dan kebangkitan Yesus maka kita memperoleh pengampunan dosa supaya kita terlepas dari kegelapan yang menguasai hidup kita.

Tuhan menghendaki agar hidup kita yang dahulu tertuju kepada keinginan duniawi berbalik tertuju kepada Tuhan Yesus Kristus. Dengan mata yang tertuju kepada Tuhan Yesus Kristus maka kegelapan tidak lagi mencengkram kita. Ketakutan dan segala persoalan serta pergumulan hidup bukan lagi menjadi semacam teror dalam hidup kita, karena kita percaya bahwa Tuhan Yesus adalah kemenangan hidup kita dan oleh kasih karuniaNya segala sesuatu yang kita alami akan mendatangkan kebaikan.

Jadi sahabatku makna utama di dalam kita memperingati jumat Agung adalah supaya manusia yang berdosa tertuju kepada Allah yang telah mati dan bangkit untuk menebus hidup kita  dari kegelapan, mengampuni dosa kita dan membenarkan hidup kita di dalam Yesus. Dengan mata tertuju  kepada kita Allah maka kita beroleh kasih karunia untuk hidup akrab dengan Allah dan menikmati segala apa yang Ia janjikan dalam firmanNya. Berjalan dalam kemenangan yang Tuhan sediakan. (KR)



Selasa, 07 April 2020

PILIHLAH UNTUK MEMANDANG KEPADA KASIH TUHAN

Ratapan 3:21-24
Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habisnya rahmatNya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaanMu! "Tuhan adalah bagianku," kata jiwaku, oleh sebab itu aku berharap kepadaNya.



Pernakah kita mengalami tiba-tiba saja dalam beberapa saat merasakan beban yang berat, kelelahan dan kecemasan menguasai pikiran? Pemikiran negatif memasuki pikiran kita entah dari mana pemikiran-pemikiran yang menyakitkan, pemikiran-pemikiran menakutkan, Rasa bersalah, kebencian dan pemikiran-pemikiran negatif lainnya datang?

Kadang-kadang pemikiran-pemikiran itu merupakan proses serapan alam bawah sadar dari apa yang kita lihat dan dengar serta dari setiap peristiwa yang kita lalui. Jika kita melihat dan mendengar hal-hal yang buruk, mengalami peristiwa yang buruk maka itu akan diproses dan diserap dalam alam bawah sadar kita.

Tetapi di saat lain si jahat bergerak aktif seperti seorang petarung yang ingin mendaratkan pukulan pertamanya, saat kita membiarkannya maka ia akan melanjutkan dengan pukulan yang bertubi-tubi dan medesak kita disudut ring tujuannya agar kita tersungkur di depannya dan ia bebas menawan kita.

Sahabatku dengar baik, Iblis tidak bertanggung jawab atas setiap masalah yang kita hadapi. Tapi ia akan selalu mencari cara membuat masalah-masalah itu semakin buruk tujuannya supaya tidak terjadi penyembuhan, kebebasan dan kemenangan.

Suatu saat di pagi hari (13/10/18), istri saya tiba-tiba saja mendengar telah terjadi keributan dan memanggil saya dan berkata "papa tolong tetangga kita, sesuatu terjadi". Seketika itu saya bergegas keluar dan menemukan seorang anak laki-laki sedang memegang pisau hendak bunuh diri, matanya seperti kosong dan terbuka besar sambil berteriak "biarkan saya mati, tidak ada lagi yang sayang saya. "

Ayahnya yang memegang tangannya sangat kewalahan, tiba-tiba saja anak remaja ini menjadi sangat kuat. Saya segera membantunya tangan kanan saya memegang tangannya yang memegang pisau dan menepuk pipinya dan berkata, kamu harus sadar jangan biarkan pikiranmu dikuasai iblis, lepaskan pisau ini.

Tapi dia dengan sekuat tenaga hendak menghunuskan pisau itu ke tubuhnya sambil berkata "lebih baik aku mati, tidak ada lagi yang menyayangi saya." Ayahnya berkata, "papa sayang kamu nak, semua sayang. "

saya juga berkata demikian "papamu sayang kamu jangan ikuti perkataan iblis, lepaskan sekarang pisau ini". Saya harus memastikannya berulang-ulang, sampai akhirnya anak ini melepaskan pisaunya, saya mengambilnya meletakkan pisau itu jauh darinya dan memeluknya sambil terus mengatakan Tuhan mengasihimu. Setelah itu papanya juga segera memeluknya sambil berkata "papa sayang kamu nak". Anak ini sambil menjerit menangis dia memeluk papanya.

Sahabatku apa yang terus-menerus kita perhatikan hari ini, itu sama saja dengan memberi izin untuk menguasai dan mempersilahkan hal itu mendiami pikiran kita, setelah beberapa waktu ia akan muncul dan mengontrol emosi kita.

Bagaimana supaya kita tidak membiarkan pikiran dan emosi kita dikontrol oleh hal-hal yang buruk? Dalam Ratapan 3:22-25, ada beberapa hal yang menjadi nasehat Friman Tuhan yang harus kita perhatikan :
1. Perhatikanlah Kasih Setia Tuhan (ayat 23)
2. Bersyukurlah setiap pagi atas rahmatNya atas besar setiaNya (23)
3. Berharaplah hanya kepada Tuhan, Tuhan adalah bagian kita (24)


Jika hal-hal ini yang menguasai pikiran kita maka tidak ada tempat bagi godaan si jahat untuk memengaruhi pikiran kita. Sama seperti Yeremia ditengah-tengah situasi buruk yang dia alami dia tidak mau terpengaruh dengan keadaan itu namun ia memperhatikan kasih setia Tuhan.

Hari ini lepaskan pikiran kita dari pengaruh keadaan dan perhatikanlan kasih setia Tuhan, kebaikannya, kebesarannya, kemurahan dan janjiNya tersedia untuk kita. Amin



By: Karter JR. M.A

SELALU ADA JALAN (BAGIAN 1 : TIDAK SESUAI HARAPAN)




TIDAK SESUAI
DENGAN HARAPAN


Saat segalanya berjalan sesuai dengan harapan sangat mudah bagi kita untuk bersukacita, namun bagaimana bila harapan kita tidak terjadi, justru sebaliknya semakin buruk? Apakah kita dapat bersukacita dan terus mempercayai bahwa Allah bisa mengendalikan situasi kita tersebut? Seharusnya jawabannya adalah “Ya”, namun dalam kenyataannya kita sering tengelam dalam emosi negatif.

Terlalu sering kita berpikir sama seperti orang-orang pada umumnya. Saat masalah datang, orang percaya seharusnya memiliki respon dan cara berpikir yang berbeda dari yang lainnya. Kenyataan yang terjadi, terkadang kita tidak bisa membedakan mana orang yang percaya dan mana yang tidak; mana yang merespon dengan iman dan yang merespon dengan emosi.

Saat saya berada di RS. Kanker Darmais dan menunggu istri saya yang masih dirawat di ruangan ICU, saya mendengar seorang Perempuan Kristen menangis dan menjerit kepada Tuhan karena melihat anaknya diruangan ICU yang dipakaikan selang infus yang begitu banyak.

Di dalam ruangan itu dia tidak sendiri ada banyak keluarga pasien yang lain menunggu keluarga mereka yang sedang dirawat di ruangan ICU, mulai dari anak, suami, istri, orang tua, mereka semua memiliki masalah yang sama dengan Perempuan Kristen tersebut, yakni orang yang mereka cintai sedang berada diruangan tersebut dalam keadaan tidak sadarkan diri dan menggunakan banyak selang infus, termasuk istri saya saat itu.

Disisi yang lain saya melihat seorang perempuan yang bukan Kristen yang disamping saya begitu tenang. Menghadapi keadaan suaminya yang sudah dua minggu tidak sadarkan diri berada diruangan ICU. Setiap subuh jam 4 pagi dia bangun dan berdoa kepada Tuhannya meminta pertolongan atas suaminya. Sementara perempuan Kristen tersebut tidak bisa mengontrol emosinya untuk menjadi tenang. Ketika pasien berada diruangan ICU, kita sebagai keluarga tidak bisa melakukan apapun untuk bisa menolong mereka. Satu hal yang terbaik yang dapat kita lakukan adalah dengan menjadi tenang dan berdoa untuk menyerahkan keadaan mereka ke dalam tangan Tuhan dalam iman kita kepada Yesus Kristus.

Memang ini adalah tantangan kita semua, sewaktu istri saya diruangan ICU saya begitu tenang, saya sangat percaya dia dalam keadaan baik-baik saja. Namun apa yang dialami wanita itu mengingatkan saya pada peristiwa ketika saya pulang dari Kuala Lumpur.

Setelah berbagai mujizat dan keajaiban Tuhan dinyatakan dalam pelayanan di Malaysia, justru saya menemukan Hermin dalam keadaan sakit. Sakit kepalanya begitu hebat. Kedua matanya yang semula bisa melihat kini mulai kabur, hanya melihat bayang-bayang. Dia harus dituntun oleh anak-anak untuk berjalan.

Nampak dari luar saya begitu tenang menyingkapinya, namun emosi terdalamku, berbicara lain. Saya tidak bisa menerima kenyataan ini, saya katakan “Tuhan mengapa Engkau ijinkan hal ini terjadi kepada istriku”. Banyak mujizat yang telah Engkau lakukan lewat pelayanan anakMu ini, banyak orang ditolong oleh Tuhan; yang lumpuh berjalan, yang sakit cancer disembuhkan, yang terikat dibebaskan, bahkan yang hendak dibinasakan oleh kuasa gelap diselamatkan. Namun mengapa Engkau membiarkan sakit kepala yang hebat dan kebutaan terjadi terhadap istriku.” Pertanyaan ini membayangiku setiap hari. Sulit rasanya menerima kenyataan yang terjadi. Disalah satu sisi saya tetap memperlihatkan sikap yang tegar namun sesungguhnya disisi lain saya jatuh dalam emosi jiwa.

Inilah yang saya maksudkan bahwa terlalu sering kita berpikir di jalur yang sama dengan orang-orang pada umumnya. Saat masalah datang bukan berpikir di dalam iman malahan pikiran kita ditaklukan oleh emosi-emosi negatif kita.

Cara Tuhan mengajari kita berbeda dengan dunia, karena itu sikap kita pun harus berbeda dengan dunia. Di sini saya belajar apa artinya berharap, berharap itu memang gratis, namun berharap kepada Tuhan harus bebas dari segala keterikatan pikiran dan perasaan kita dengan emosi kita.

Apa maksudnya hal ini? Selama harapan kita masih di dalam ego kita maka itu tidak akan bekerja dalam keajaiban. Semua harapan yang ditaklukkan dalam ego manusia akan terjebak dengan perhitungan-perhitungan manusia. Kita harus menyingkirkan perhitungan-perhitungan humanisme kita.    

Apa yang terjadi dengan saya adalah fakta nyata bagaimana cara saya beriman dipengaruhi oleh peritungan-perhitungan humanisme diri saya sendiri. Saya berpikir jika saya melakukan pekerjaan Tuhan dengan menolong orang-orang memperoleh mujizat dan keajaiban dengan demikian maka saya dan keluarga akan mengalami kemudahan dan dijauhkan dari segala kekacauan, sakit penyakit dan penderitaan. Tetapi Justru yang saya dapatkan sebaliknya istri saya semakin menderita. Penderitaan menimpah keluarga kami. Hal ini memukul hati saya.

Demikian juga dengan Perempuan Kristen yang saya lihat bagaimana dia menggugat Tuhan dengan penuh emosi menjerit-jerit tidak bisa menerima keadaan anaknya yang dipakaikan selang infus yang begitu banyak di ruangan ICU. Akhir cerita anaknya tidak mungkin lagi diselamatkan, hidupnya berakhir di ruangan ICU. Tetapi jeritan dan keluhannya tidak berakhir malahan semakin menjadi-jadi. Meskipun banyak orang berusaha untuk menenangkannya, tetapi tetap tidak berhasil.

Rasul Paulus pernah berkata, “Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan ucapan syukur. Damai sejahtera Allah, yang melampaui segala akal, akan memelihara hati dan pikiranmu dalam Kristus Yesus” (Filipi 4:6-7).

Kedamaian atau ketenangan adalah keputusan kita. Keputusan kita akan mempengaruhi keadaan kita. Jika kita putuskan merespon segala masalah dengan emosi maka keadaan bukan tambah baik sebaliknya semakin buruk. Dan setiap hal yang buruk ada harga yang harus dibayarkan.

Sama halnya saat kita memutuskan untuk menggenakan kacamata yang harus kita pakai di siang hari. Di saat kita memutuskan memakai kacamata hitam maka penglihatan kita akan dipengaruhi dengan warna hitam. Bila menggunakan kacamata biru atau putih, pilihan warna tersebut tersebut akan mempengaruhi penglihatan kita. Kacamata mana yang akan kita pilih maka kita akan membayar harga tertentu untuk mendapatkan hasil penglihatan.

Demikian juga dengan cara kita memutuskan sesuatu.  Hal apa yang menentukan keputusan kita. Jika kita memutuskan sesuatu berdasarkan kacamata emosi negatif maka akan ada harga yang akan kita  bayarkan dalam situasi tersebut. Sebaliknya jika kita putuskan berdasarkan kacamata iman maka tentu sudah pasti kita akan mendapatkan kedamaian dan ketenangan atas keputusan kita.

Harusnya ini yang menjadi sikap kita sebagai orang percaya, merespon dan memutuskan sesuatu dengan iman sehingga dalam keadaan buruk sekalipun kita tetap memperoleh damai sejahtera dan ketenangan!

(BERSAMBUNG...)

By Karter JR





Senin, 06 April 2020

SELALU ADA JALAN (GORESAN PEMBUKA KISAH INSPIRATIF)

Kesaksian Melawan Tumor Otak Yang Mematikan



Putus asa!!! Kata ini seringkali kita dengar saat bertemu dengan orang-orang yang sudah tidak memiliki harapan lagi. Berbagai alasan telah menyebabkan mereka berhenti untuk berharap.

Apalagi jika berhadapan dengan penyakit Tumor/Kanker yang mematikan. Ada begitu banyak orang menjadi gentar, ketakutan, kuatir karena penyakit ini. Saat mereka tidak mengetahui bahwa mereka lebih kuat dari Tumor kanker, disaat itulah penyakit ini telah membunuh pengharapan mereka. Seringkali kita melihat kenyataanya baik mereka yang sakit maupun keluarga yang mengurus yang sakit sama-sama mengalami depresi, putus asa, binggung dan  kehilangan jalan, tidak tahu harus berbuat apa.

Salah satu contoh nyata adalah kesaksian istri saya Hermin dalam menghadapi Tumor Otak, “Kenyataannya memang ternyata lebih sulit untuk mengeluarkan Tumor otak di dalam pikirannya dari pada mengeluarkannya dari otak kepalanya.”

Kesulitan ini tentunya tidak bisa serta merta seperti membalikan telapak tangan. Berkali-kali Hermin harus bangkit dan memotivasi dirinya sendiri untuk melawan ketakutan, kekuatiran, kesedihan dan segala macam pikiran negatif seolah-olah seperti monster yang akan memakannya. Bagi kita yang sehat kita tidak akan pernah memahi betapa mengerikannya serangan-serangan pikiran yang ia alami, ya itu bukan sekedar fiksi tapi pertempuran kehidupan yang nyata; mati atau tetap hidup benar-benar dipertaruhkan. Bagaimana Hermin harus mempertahankan harapannya, selalu bangkit kembali bila harapan itu terbang menghilang, kenyataan ini bukanlah sesuatu yang mudah. 

Diperlukan kekuatan yang tidak terbatas untuk menopang jiwa yang lemah. Hermin harus memberitahukan kepada dirinya bahwa dia harus kuat dan Tumor Otak itu tidak berkuasa atas tubuhnya. Dilain pihak keberadaan Tumor tersebut berkali-kali juga berbicara di pikirannya dan memudarkan semangatnya untuk sembuh, memukul keyakinannya. Terkadang saya sendiripun yang mendampinginnya merasa hampir tak berdaya memotivasi Hermin untuk menaklukkan Tumor Otak yang menguasai pikirannnya. Tapi syukur kepada Tuhan di dalam kelemahan kami kuasa-Nya sempurna. Kami dapat menaklukkannya.

Kami telah berjuang bukan dengan kekuatan kami namun karena kasih karunia dari pada Tuhan yang memberikan kesanggupan kepada kami. Oleh kekuatan dari Tuhan itulah maka kami dapat mengeluarkan Tumor Otak itu dalam pikiran kami. Pengharapan kami kepada Tuhan, yang membuat kami kuat. Kami pecaya berharap kepada Tuhan pasti selalu ada jalan, karena pengharapan itu tidak pernah mengecewakan.

Kisah kemenangan inilah yang membuat kami bergairah menuliskannya sehingga para penderita tumor/kanker dan keluarganya serta semua orang yang  mengalami masalah yang besar lainnya dapat melihat bahwa penyakit yang kita anggap “mengerikan”, masalah yang kita anggap besar tidak berkuasa atas hidup kita. Tuhanlah yang lebih besar dari semua masalah kita, lebih besar dari penyakit itu, Ia memberi kita kesanggupan untuk menghentikan kekuatan penyakit ini. Jangan pernah putus asa dan mudah menyerah karena kita tahu apa yang kita dapat lakukan untuk menaklukkannya, pasti selalu ada harapan dan Tuhan selalu memberikan jalan bagi mereka yang terus percaya kepada-Nya!

(Bersambung...)




Jakarta, RS. Kanker Darmais, 4 Agustus 2016
Karter JR 

Jumat, 03 April 2020

TUHAN DI ATAS ATURAN

TUHAN DI ATAS ATURAN
By Karter JR


Cara penyembuhan  orang kusta memang  harus melalui suatu proses aturan dimana ia harus membawa persembahan korban menghadap imam dan iman akan menentukan proses selanjutnya. Proses ini memakan waktu dan si kusta harus diasingkan selama tujuh hari diluar perkemahan, pada hari kedelapan harus kembali membawa korban dihadapan imam, itupun belum tentu sembuh, kalau sembuh maka proses itu selesai namun jika tidak harus dilanjutkan dalam pengasingan. Dan memulai proses yang baru.

Di dalam pembacaan Matius 8:1-4 kita menemukan bahwa semua aturan itu terhisap di dalam Yesus, Yesuslah yang mentukan proses kesembuhan si kusta, jadi Tuhan di atas segala proses aturan. Saat Si kuysta melihat kasih Tuhan di atas sekolah proses Ia datang dengan keberanian iman dihadapan Yesus dan ia mendapatkan kesembuhannya. Simak selengkapnya dalam video ini,


TAK MENJADI LELAH



TAK MENJADI LELAH Saat ku hadapi sgala persoalan Dengan kekuatanku Ku lelah terjebak dalam kehampaan Karna tak mengandalkanMu Ku hampiri takhtaMu Srahkan sluruh hidupku Kau pulihkan hatiku menyegarkan jiwaku
Kuberjalan dan tak menjadi lelah Ku berlari dan tak menjadi letih Disetiap langkahku Kau kekuatanku Ku kan terbang tinggi Mengatasi badai


TUHAN DI ATAS MASALAH


TUHAN DI ATAS MASALAH
Matius 8:3
Tetapi jawab perwira itu kepadanya: “Tuan, aku tidak layak menerima Tuan di dalam rumahku, katakan saja sepatah kata, maka hambahku itu akan sembuh.”....Setelah Yesus mendengar hal itu, heranlah ia dan berkata kepda mereka yang mengikuti-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai pada seorangpun diantara Israel.

Bagaimana cara Anda melihat Tuhan Yesus hari ini, apakah Anda melihat dengan mata iman atau mata jasmani? Cara Anda melihat Yesus akan mempengaruhi penerimaan Anda akan apa yang Allah miliki bagi Anda.

Seorang perwira Romawi mengemparkan rombangan Yesus yang sedang masuk ke Kapernaum. Orang-orang yang mengikuti Yesus hanya sekedar kagum dengan apa yang mereka lihat. Yesus melakukan berbagai macam mujizat, selain itu pengajaranNya benar-benar melebihi hikmat dari para ahli-ahli Taurat dan diajarkan dengahn penuh kuasa. Namun cara melihat orang-orang yang ada disekeliling Yesus hanya sebatas kagum.

Berbeda dengan perwira di Kapernaum ini, Ia melihat Yesus lebih dari kebanyakan orang, ia katakan, “katakan sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh.” Ia percaya dengan satu kalimat yang diucapkan Yesus maka hambanya akan sembuh.

 Bayangkan saja, jika Anda mengucapkan kalimat negatif maka orang yang mendengarkannya akan menjadi tersinggung, namun jika Anda mengucapkannya dengan positif maka akan mendatangkan sukacita bagi yang mendengarkannya. Nah, perwira ini mengucapkan kalimat itu dengan iman. Ia melihat Yesus adalah Tuhan, karena itu tidak perlu bagi Yesus untuk datang menjamah hambahnya yang sakit, cukup melepaskan satu kalimat saja maka kesembuhan akan menjadi milik hambahnya.

Jadi sahabatku disini kita belajar satu hal, iman melebih segala batasan, namun apakah kita dapat melihat bahwa iman kepada Yesus itu melebihi batasan-batasan itu. Terkadang kita menjadi lemah karena kita cenderung melihat “batasan-batasan”, kita cenderung melihat kekuatiran itu lebih penting dari percaya, kita cenderung membatasi Tuhan dengan pemikiran-pemikiran personal kita tentang Dia. Karena itu bebaskan diri Anda dari semua batasan-batasan yang Anda buat, mengapa? karena Yesus Tuhan di atas segala batasan-batasan itu.
Saat ini dunia digoncakang dengan Covid-19 atau virus Corona. Virus Corona ini  telah meneror banyak orang dan tidak pandang buluh sehingga telah membuat dunia menjadi takut.

Kita harus percaya bahwa kuasa Tuhan yang melindungi kita lebih besar dari virus Corona. Mungkin ada teman-teman yang membaca renungan ini sudah terjangkit virus Corona, tetap percaya Tuhan melindungi kita dari virus ini,  katakan "segala nama di muka bumi ini tunduk kepada nama Yesus termasuk virus Corona yang menyerang tubuh saya dihancurkan dalam nama Yesus sehingga sekarang ini aku tetap sehat." Anda harus memperkatakan iman Anda tersebut. Bukan hanya virus Corona, apa saja yang menganggu pikiran Anda hari ini, apa saja yang sedang Anda alami, percayalah semua gangguan itu, masalah dan pergumulan, tantangan dan penderitaan dibawah kuasa Tuhan . (KR) 



SPIRIT GRACE

Kemuliaan Tuhan Telah Dipulihkan Bagi Anda

 *Kemuliaan Tuhan Telah Dipulihkan Bagi Anda* Yohanes 17:22 (TB)  Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepa...